Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suhu terus menyengat, korban hawa panas India tembus 1.000 jiwa

Suhu terus menyengat, korban hawa panas India tembus 1.000 jiwa Cuaca panas di India. ©AFP PHOTO/Noah Seelam

Merdeka.com - India masih dilanda hawa panas luar biasa. Cuaca harian rata-rata mendekati 50 derajat celcius. Daerah terparah ada di selatan India. Kota Telangana menjadi wilayah paling panas, dengan catatan 48 derajat celcius. Disusul kemudian Negara Bagian Andhra Pradesh bersuhu 47 derajat celcius.

Seperti dilansir BBC, Rabu, (27/5), korban jiwa bertambah drastis tiga hari terakhir. Data terbaru menunjukkan 1.118 orang meninggal sejak sepekan lalu. Korban tewas paling banyak, mencapai 853 orang, berasal dari Andhra Pradesh, 266 di Telangana dan 24 lainnya meninggal di Barat Bengal dan Orissa.

Suhu panas luar biasa ini sudah melanda sejak pertengahan April lalu. Rumah sakit di seantero Negeri Sungai Gangga telah menginstruksikan bahaya serangan cuaca panas ini. Otoritas India juga menegaskan agar warga - khususnya lansia - tetap di rumah bila tak punya urusan penting.

"Pemerintah pusat telah menyebarkan peringatan untuk tidak berpergian tanpa topi dan membwa air minum guna mencegah dehidrasi," ungkap P. Tulsni Rani, Kominsioner Khusus Bidang Penaganganan Bencana India, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

"Kami juga telah meminta bantuan LSM dan pemerintah terkait agar menyediakan posko air siap minum disetiap jalan, agar mereka yang kepanasan dan kehausan bisa langsung mendapatkan air segar," tambahnya.

Dalam laporan lain diberitakan, seorang warga sipil Alfred Innes, menjadi saksi mata meninggalnya bocah berumur tiga tahun akibat kepanasan.

"Saya melihatnya sendiri bocah itu meregang nyawa (karena kepanasan), sangat menyedihkan," kata Alfred.

"Pemerintah belum berkontribusi lebih, namun secara individual kami telah melakukan yang terbaik." (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP