Studi Terbaru: Virus Corona Bermutasi Menjadi Lebih Mudah Menular
Merdeka.com - Sebuah studi baru meneliti mutasi virus corona tidak berdampak pada hasil klinis penyakit atau membuatnya mematikan, namun salah satu mutasi bisa membuatnya lebih mudah menular.
Studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan di Houston dan diterbitkan di MedRxiv telah mengungkapkan, mutasi baru dari virus corona yang berpotensi lebih kuat dan lebih mudah berubah.
“Kita sudah memberi banyak ruang untuk virus ini. Di luar sana populasi mereka sekarang sudah sangat besar,” jelas James Musser, salah satu penulis penelitian mengatakan kepada The Washington Post, dikutip dari laman Sputnik, Kamis (24/9).
David Morens, ahli virus di Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular juga mengatakan, saat virus beredar di seluruh populasi virus tersebut berpeluang menjadi lebih menular dan dapat berdampak negatif pada kemampuan untuk mengendalikannya.
Virus jadi menyesuaikan dengan penggunaan masker?
Dia menguraikan virus mungkin menyesuaikan dengan tindakan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan yang berpotensi mempengaruhi formulasi vaksin.
“Meskipun kita belum tahu, masih ada kemungkinan bahwa virus corona ini, ketika kekebalan tingkat populasi kita cukup tinggi virus corona tersebut akan menemukan cara untuk menghindari kekebalan kita, dan jika itu terjadi kita akan berada dalam situasi yang sama seperti flu, kami harus mengejar virus, saat virus bermutasi kami harus mengutak-atik vaksin kami,” tambahnya.
Saat ini ada lebih dari 31 juta kasus Covid-19 terdaftar di seluruh dunia dengan setidaknya 1 juta kematian terkait, menurut data Universitas John Hopkins.
Amerika Serikat tetap menjadi negara yang paling terkena dampak dengan lebih dari 6,9 juta kasus dan lebih dari 200.000 kematian.
Reporter Magang: Galya Nge
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya