Stasiun TV di Turki dilarang ganti kata Allah dengan Tuhan
Merdeka.com - Lembaga pengawas media di Turki baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada salah satu stasiun televisi swasta di Turki. Peringatan ini disampaikan karena stasiun TV itu mengganti kata "Allah" dengan "Tuhan".
Kabar dari harian Hurriyet Daily itu mengatakan, Dewan Agung Radio dan Televisi (RTUK) memperingatkan stasiun televisi TV2 karena perbuatan mereka mengganti kata itu bisa berdampak negatif untuk anak-anak di Turki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (12/2).
Acara pada saluran tv itu dikatakan "menghina" nilai-nilai nasional dan rasa sentimentil masyarakat, kata RTUK .
"Hampir seluruh masyarakat Turki adalah muslim. Di lingkungan muslim hanya ada satu tuhan yaitu Allah. Tapi saat melihat stasiun tv tersebut menggunakan kata Tuhan, itu artinya bukanlah Allah," kata laporan dari RTUK.
"Bahkan sekalipun itu bukan produksi lokal , menggunakan komentar seperti itu saat siaran di Turki pada siang hari, saat anak-anak bisa menonton acara tersebut itu sangat berpengaruh negatif terhadap persepsi anak-anak terhadap Allah."
RTUK sebelumnya memberi sanksi denda kepada stasiun tv itu karena salah satu program acaranya dianggap melanggar aturan.
Laporan: Vick Almaro
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya