Spyware Buatan Israel Retas Ponsel Pejabat Luar Negeri AS
Merdeka.com - Ponsel Iphone buatan Apple dari sedikitnya sembilan pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat diretas oleh spyware canggih buatan perusahaan Israel NSO Group. Demikian dilaporkan empat sumber yang mengetahui masalah ini.
Peretasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini menargetkan sejumlah pejabat AS yang bertugas di Uganda untuk menangani berbagai isu di negara itu, kata dua sumber, seperti dilansir laman Reuters, Sabtu (5/12).
Peretasan yang baru pertama kali dilaporkan ini memperlihatkan bagaimana teknologi NSO menembus ponsel para pejabat AS. Sebelumnya sejumlah nama para pejabat masuk dalam sebuah daftar pejabat AS yang menjadi target NSO, tapi belum diketahui apakah peretasan itu benar-benar dilakukan atau berhasil dilakukan.
Reuters tidak bisa mengetahui siapa yang melancarkan peretasan ini.
NSO Group dalam pernyataannya Kamis lalu mengatakan tidak mendapat peringatan bahwa perangkat lunak mereka dipakai kegiatan peretasan namun mereka membatalkan akses dari para pengguna dan akan menyelidiki kasus ini berdasarkan temuan Reuters.
"Jika penyelidikan kami memperlihatkan aksi peretasan ini benar terjadi dengan perangkat lunak NSO, maka pengguna akan dicabut aksesnya dan proses hukum akan dilakukan," kata juru bicara NSO. Sang jubir juga menyatakan NSO akan bekerja sama dengan pemerintahan mana pun dan memberikan informasi selengkapnya jika diperlukan.
NSO sejak lama mengatakan mereka hanya menjual produknya kepada aparat penegak hukum dan klien intelijen untuk membantu mereka memantau ancaman keamanan dan tidak terlibat langsung dengan operasi pengawasan.
Pejabat di Kedutaan Uganda di Washington tidak berkomentar soal kasus ini. Juru bicara dari Apple juga menolak berkomentar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga menolak berkomentar soal peretasan ini dan malah menyebut Divisi Commerce di Kementerian Luar Negeri belum lama ini memasukkan NSO Group dalam daftar perusahaan yang sulit bekerja sama dengan perusahaan Amerika.
Perangkat lunak NSO tidak hanya mampu mengambil pesan terenkripsi, foto, dan berbagai informasi sensitif lainnya dari ponsel yang diretas, tapi juga bisa mengubah alat komunikasi itu menjadi perangkat untuk merekam dan memantau keadaan sekitar. Demikian penjelasan manual dari produk NSO yang diketahui Reuters.
Dalam pernyataannya, Kedutaan Israel di Washington mengatakan menargetkan pejabat AS akan menjadi pelanggaran serius bagi NSO.
"Produk siber seperti yang disebutkan itu diawasi dan diberi lisensi untuk diekspor ke pemerintahan hanya untuk tujuan yang berkaitan dengan kontra-terorisme dan kejahatan berat," kata juru bicara kedutaan Israel. "Persyaratan lisensi ini cukup jelas dan jika klaim ini benar, maka itu pelanggaran serius terhadap persyaratan."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya