Sopir truk tembak & seruduk warga di Nice, sempat dikira kembang api
Merdeka.com - Korban tewas akibat hantaman truk di tengah perayaan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis, terus bertambah. Insiden itu terjadi di Promenade des Anglais, saat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api.
Jaksa Prancis, Jean-Michel Pretre, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP yang dikutip merdeka.com, Jumat (15/7) mengatakan, truk itu melaju terus sambil menabrak kerumunan orang hingga sejauh dua kilometer.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi Prancis, BFM, semua tak menduga kalau itu sebuah serangan. "Semua orang berteriak lari, lari, lari, ada serangan, lari, lari, lari. Kami mendengar beberapa tembakan. Kami pikir itu kembang api karena tanggal 14 Juli," kata dia.
Sementara itu, Kepala daerah Alpes-Maritimes Sebastien Humbert mengatakan sopir truk tersebut telah tewas ditembak. Sejauh ini belum diketahui apakah insiden tersebut murni kecelakaan atau disengaja.
Atas insiden itu, Presiden Prancis Francois Hollande yang semula berada di Kota Avignon kembali ke Kota Paris untuk menggelar rapat darurat.
Sebelumnya, serangan kembali terjadi di Paris. Kali ini, sebuah truk besar bermuatan senjata menabrakkan diri ke kerumunan orang-orang yang tengah merayakan Bastille Day di Kota French Riveria, Nice, Paris, Kamis malam waktu setempat.
Akibat insiden ini, sedikitnya 75 orang tewas dan banyak yang mengalami luka-luka. Peristiwa ini disebut sebagai aksi terorisme.
Insiden bermula kala pengemudi truk yang telah dibunuh oleh polisi setempat, datang sambil menabrakkan truknya ke kerumunan orang. Tak hanya itu, dia juga menembaki para pengunjung perayaan Bastille Day tersebut. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya