Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal Yerusalem, Palestina kalahkan Israel di dunia maya

Soal Yerusalem, Palestina kalahkan Israel di dunia maya Demonstran Palestina berpakaian Santa Claus kecam Trump. ©2017 REUTERS/Mohammed Salem

Merdeka.com - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem pada 6 Desember lalu memicu kemarahan di seluruh dunia. Masyarakat dari berbagai negara dan kalangan seperti Palestina, Arab, umat muslim di dunia, hingga kelompok pendukung Palestina menggemakan protes terhadap pengumuman itu.

Aksi unjuk rasa pun pecah di berbagai negara dari Maroko sampai ke Indonesia. Demonstrasi serupa juga terus berlanjut di Gaza dan Tepi Barat hingga sekarang. Para demonstran Palestina menuntut agar keputusan Trump soal status Yerusalem sebagai ibu kota Israel dicabut. Selama berunjuk rasa, mereka terlibat bentrokan dengan pasukan militer Israel.

Banyak peristiwa direkam oleh wartawan melalui gambar maupun video selama masa unjuk rasa. Pemandangan mengejutkan muncul di media sosial seperti anak-anak Palestina yang ditangkap, diborgol, ditutup matanya, hingga dipukul oleh pasukan keamanan.

Salah satu kasus yang menjadi ikon dan berhasil diabadikan lewat foto menimpa remaja Palestina, Fawzi al-Junadi. Fawzi seorang diri dikelilingi oleh 22 tentara Israel bersenjata berat di Kota Hebron, Tepi Barat. Meski sendiri dan dalam kondisi terancam nyawanya, Fawzi tidak tampak gentar sedikitpun.

Aksinya itu kemudian dijadikan simbol demonstrasi Yerusalem dan menjadi inspirasi bagi para seniman dan kartunis internasional untuk menciptakan karya.

Kasus lain yang menarik perhatian publik dialami oleh Abu Thurayya. Thurayya menjadi sosok inspirator tidak hanya bagi rakyat Palestina namun juga internasional. Pria yang kehilangan kedua kaki dan salah satu penglihatannya karena serangan Israel pada 2008 lalu itu menjadi orang paling vokal menyuarakan protes terhadap keputusan Trump.

Dalam sebuah wawancara di mana terlihat dirinya mencoba merangkak ke atas dan mengibarkan bendera Palestina mengundang kekaguman luar biasa dari publik. Bahkan kurang dari 24 jam setelah dipublikasi, video tersebut sudah dilihat sebanyak puluhan ribu kali.

Perekam video yang merupakan wartawan Palestina, Muthanna al-Najjar, mengungkapkan bahwa sejak mengunggah kisah hidup Thurayya di media sosial, akunnya kerap menjadi target dari para peretas. Namun dia mengaku tidak takut atau terbebani. Sebab dirinya ingin seluruh dunia tahu apa yang sesungguhnya dialami oleh rakyat Palestina.

"Fenomena wartawan Palestina menjadi sasaran militer sudah bukan lagi hal yang baru. Bahkan hal itu semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Alasan mereka manargetkan kami adalah karena kami berperan besar dalam menarik perhatian dunia lewat media sosial," katanya, seperti dilansir dari laman Al Araby, Rabu (20/12).

"Masyarakat internasional kini jadi tahu keadaan kami. Terlebih kami pun mendapat pelatihan khusus dari pusat media dan institusi pendidikan untuk menjadikan kami wartawan yang kredibel dan hanya mengunggah berita asli yang akurat," tambahnya.

Media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube dijadikan alat yang luar biasa oleh orang Palestina untuk memancing dunia melihat mereka. Berkat teknologi ini, rakyat Palestina membuat suara mereka terdengar, penderitaan mereka disorot, dan mata dunia terbuka untuk melihat kekejaman dan penghinaan yang luar biasa dari pasukan Israel.

Di dunia maya, Palestina unggul dari Israel yang telah melakukan tindakan semena-mena terhadap rakyatnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP