Snowden punya lebih banyak rahasia Amerika-Israel untuk diungkap
Merdeka.com - Mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, memiliki lebih banyak rahasia untuk dibeberkan terkait Israel. Ini menurut seorang wartawan yang pertama kali mengungkap kebocoran itu kepada dunia.
Di antara sejumlah tuduhan yang dibeberkan Snowden tahun lalu adalah bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) dan rekannya dari badan itelijen Inggris GCHQ pada 2009 telah menyasar sebuah alamat surat elektronik yang terdaftar sebagai milik Perdana Menteri Israel saat itu Ehud Olmert dan memantau surat elektronik para pejabat senior pertahanan Israel, seperti dilansir Reuters, Rabu (8/1).
Israel meremehkan pengungkapan itu. Namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah memerintahkan hal tersebut untuk diperiksa dan mengatakan bahwa ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan antara sekutu.
Glenn Greenwald, seorang wartawan koran asal Inggris the Guardian yang bertemu langsung dengan Snowden, yang menjadi buronan, dan telah menulis banyak artikel di surat kabar berdasarkan bahan-bahan dari Snowden, ditanya dalam wawancara televisi Israel apakah mantan kontraktor itu memiliki lebih banyak materi terkait Israel.
"Iya. Saya tidak ingin membahas kisah yang belum diterbitkan, tapi ini jelas kasus yang masih memiliki banyak kisah sangat signifikan yang tersisa untuk disiarkan," kata Greenwald kepada Channel Ten TV melalui jaringan video. Dia kini tinggal di Brazil.
"Kami hanya memiliki dokumen-dokumen ini selama tujuh bulan mengingat jumlah dan kerumitannya, ini bukan waktu yang lama. Jelas ada kisah yang melibatkan Timur Tengah, yang melibatkan Israel. Pelaporan terus terjadi bersamaan dengan peristiwanya," lanjut dia.
Bulan lalu, sejumlah anggota kabinet Israel mengatakan berita tentang aksi mata-matai dilakukan Amerika pada Israel adalah peluang bagi media untuk menekan Negeri Adikuasa itu agar membebaskan agen Israel yang dipenjara, Jonathan Pollard.
Pollard, mantan analis intelijen Angkatan Laut Amerika, dihukum seumur hidup pada 1987 di Amerika sebab melakukan mata-mata untuk Israel. Suksesi presiden Amerika Serikat telah menolak seruan Israel untuk pengampunannya.
Dalam apa yang tampaknya merupakan upaya untuk menenangkan seruan Netanyahu mengatakan jika Israel terus mengupayakan pembebasan Pollard dan tidak memerlukan 'kesempatan istimewa' untuk membahas kasusnya dengan Washington.
Greenwald menyuarakan pandangannya terkait kasus Pollard.
"Saya pikir Anda benar untuk membandingkan kasus Jonathan Pollard dengan pengungkapan aksi mata-mata Amerika Serikat pada sekutu dekatnya dalam pemerintah Israel, menggarisbawahi kemunafikan yang menjadi inti dari apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat," ujar dia. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya