Skandal seks Harvey Weinstein bikin perusahaannya goyah
Merdeka.com - Salah satu perusahaan film di Amerika Serikat, The Weinstein Company, mulai goyah setelah salah satu pendirinya, Harvey Weinstein, diterpa isu dugaan skandal pelecehan seksual. Kini perseroan itu dikabarkan dijual karena beberapa pemodal menarik uang mereka khawatir bangkrut.
Dilansir dari laman AFP, Selasa (17/10), kabar itu disampaikan oleh salah satu anggota Dewan Direksi The Weinstein Company, Tarak Ben Ammar. Menurut dia, perusahaan Colony Capital tertarik membeli The Weinstein Company.
"Kami yakin investasi Colony akan menguatkan operasional perusahaan, sekaligus meyakinkan proses produksi, distribusi, dan para rekanan aktor dan aktris di seluruh dunia," kata Ammar.
Dewan direksi The Weinstein Company memutuskan memecat Harvey, empat hari setelah artikel soal skandal pelecehan seksualnya terbit di surat kabar The New York Times. Perusahaan film itu lantas goyah. Kabarnya, empat dari tujuh anggota dewan direksi perseroan mundur gara-gara hal itu. Sisanya bakal menggelar rapat di New York buat membahas kelanjutan perusahaan.
Colony Capital adalah perusahaan milik Thomas Barrack. Dia merupakan kawan dekat Presiden AS, Donald Trump. Dia juga adalah salah satu penggalang dana saat Trump masih berkampanye memperebutkan kursi kepresidenan.
"Kami senang bisa menanam modal di The Weinstein Company dan membantunya berkembang. Kami akan membantu perusahaan itu kembali ke posisinya sebagai ikon film independen dan industri televisi," kata Barrack.
Harvey dikabarkan terbang ke Arizona buat menjalani rehabilitasi dan terapi kecanduan seks dan perilaku menyimpang lainnya di The Meadows. Tempat itu terletak di sebelah barat laut kota Phoenix. Pesohor pernah berobat ke sana antara lain mantan atlet golf Tiger Wood dan supermodel Kate Moss.
Sejumlah aktris papan atas Hollywood pernah menjadi sasaran pelampiasan syahwat Harvey. Antara lain Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, Mira Sorvino, Kate Beckinsale, Cara Delevingne, Lea Seydoux, Rosanna Arquette, Ashley Judd, Jane Fonda, Rose McGowan, Lucia Evans. Aktris Italia Asia Argento dan aktris Inggris Sophie Dix juga mengaku diperkosa Harvey.
Sejumlah mantan karyawan Harvey di Miramax dan The Weinstein Company juga mengalami pelecehan seksual dilakukan bos mereka. Dikabarkan, Harvey membayar sejumlah korbannya dengan uang supaya tutup mulut. Namun, petinggi Weinstein Company mengaku selama ini mereka tidak sadar ada pengeluaran perusahaan terselubung ternyata buat membungkam para korban Harvey.
Istri Harvey, Georgina Chapman, mengatakan mereka sementara ini berpisah dan berencana bercerai. Dia mengaku malu dan kecewa berat setelah tahu perangai buruk sang suami.
Skandal Harvey mengguncang industri perfilman Amerika Serikat. Sebab, dia melakukan hal itu lebih dari tiga dasawarsa dan korbannya adalah sejumlah aktris Hollywood serta karyawannya di The Weinstein Company dan perusahaan sebelumnya, Miramax.
Padahal, reputasi Harvey di dunia perfilman Barat dikenal sangat baik. Sebab, dia sudah beberapa kali menyabet penghargaan di sejumlah ajang penghargaan film dunia seperti Festival Film Canes serta piala Oscar. Namun, setelah perangai buruknya dibeberkan oleh surat kabar New York Times membikin para penyelenggara memberikan anugerah kepada Harvey berpikir ulang.
Akademi Seni dan Film Amerika Serikat sebagai pihak memberikan piala Oscar menyatakan mencabut keanggotaan Harvey, mengikuti jejak Akademi Seni Film dan Televisi (BAFTA) Inggris.
Akademi Seni dan Film Amerika Serikat sudah menyerahkan 81 piala Oscar kepada Weinstein saat dia masih bekerja di Miramax dan kemudian mendirikan Weinstein Company. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya