Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siswa Jerman diminta jadi mata-mata Turki

Siswa Jerman diminta jadi mata-mata Turki guru di jerman. ©Reuters

Merdeka.com - Diplomat Turki yang bertugas di North Rhine-Westphalia (NRW), Jerman, dituduh mendesak murid-murid sekolah diaspora untuk merekam perkataan guru-guru mereka setiap kali melemparkan komentar pedas tentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Kabar tersebut diungkapkan oleh pemimpin serikat buruh dari Uni Pendidikan Jerman. Sementara itu, Kementerian Kehakiman Jerman juga telah menerima kabar serupa.

"Kami telah mendengar dari berbagai sumber bahwa murid-murid didorong untuk melaporkan ke konsulat jenderal atas kritik kepada pemerintah Turki," kata Kepala Serikat, Sebastian Krebs, seperti dilansir dari laman Middle East Eye, Jumat (24/2).

"Para siswa bahkan telah diminta untuk merekam guru mereka dan menyerahkan rekaman kepada pihak berwenang Turki," tambah Krebs.

Klaim tersebut dilaporkan dibicarakan para pejabat diplomatik Turki pada pertemuan di Cologne, Dusseldorf, Essen dan Munster pada akhir Januari. Kendati demikian, Ketua Asosiasi Orangtua Turki di Jerman, Ali Sak menyebut klaim tersebut tidak benar.

"Klaim tersebut dibuat beberapa tahun lalu dan telah dibantah setelah proses penyelidikan" kata Sak.

Pekan lalu, polisi Jerman menggerebek apartemen empat pendakwah Turki. Mereka diduga memata-matai keberadaan para pengikut ulama Turki yang kini ada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Gulen dituding Erdogan sebagai dalang dari gagalnya upaya kudeta pada Juli tahun lalu. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP