Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Varian Baru Virus Corona
Merdeka.com - Singapura mengonfirmasi kasus pertama virus corona varian baru pada Rabu. Selain itu, 11 orang lainnya yang sedang berada dalam karantina dinyatakan positif terkena virus corona varian baru.
Dikutip dari Nikkei Asia, Kamis (24/12), semua pasien, yang pernah berkunjung ke Eropa, dikarantina selama 14 hari di fasilitas khusus atau langsung diisolasi saat baru tiba dari Eropa. Kontak dekat para pasien ini juga dikarantina.
“Saat ini tak ada bukti jenis B117 ini menyebar di masyarakat,” kata Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu.
Varian baru virus corona pertama kali terdeteksi di Inggris belum lama ini. Varian baru ini disebut menular 70 persen lebih cepat dibandingkan virus varian lama.
Penemuan varian baru ini memaksa Inggris menerapkan sejumlah pembatasan baru seperti melarang kumpul keluarga selama perayaan Natal. Kota London dan Inggris tenggara memberlakukan lockdown untuk mencegah melonjaknya kasus.
Larang Penerbangan
China akan melarang sementara penerbangan langsung dari dan ke Inggris, seperti disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.
“Setelah banyak pertimbangan, China memutuskan mengikuti negara lain dan melarang sementara penerbangan dari dan ke Inggris,” jelasnya.
Korea Selatan juga mengambil langkah yang sama, melarang penerbangan dari dan ke Inggris sampai akhir Desember. Sedangkan Filipina menerapkan larangan ini mulai 24 Desember sampai 31 Desember.
Sementara itu, otoritas kesehatan Hong Kong mengumumkan dua mahasiswa yang baru kembali dari Inggris diduga membawa varian baru virus corona. Salah seorang mahasiswa kembali pada 7 Desember dan seorang lainnya pada 13 Desember. Pada Selasa, Hong Kong melarang sementara mahasiswa atau warganya kembali dari Inggris.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya