Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidang dipindah, Siti Aisyah minta didoakan orang tua

Sidang dipindah, Siti Aisyah minta didoakan orang tua Siti Aisyah. ©2017 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Proses hukum terhadap dua tersangka pembunuh Kim Jong nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kabarnya dipindahkan oleh pemerintah Malaysia. Sidang terhadap Siti Aisyah berasal dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam nantinya bakal digelar di Pengadilan Tinggi.

Dilansir dari laman FOX News, Selasa (30/5), langkah itu diambil dengan alasan pengadilan negeri Malaysia tidak berwenang menyidangkan perkara pembunuhan. Jaksa penuntut, Iskandar Ahmad, menyatakan sidang di pengadilan tinggi bakal digelar sekitar tiga bulan lagi.

"Kedua tersangka dibolehkan mengajukan pembelaan dan sidang akan dimulai dalam jangka waktu 90 hari," kata Iskandar.

Alhasil, Siti dan Doan diminta dikembalikan ke tahanan. Mereka lantas dikawal oleh sejumlah polisi bersenjata lengkap. Mereka sempat tersenyum ketika berpapasan dengan para perwakilan dari kedutaan besar negara masing-masing.

Di dalam kesempatan itu, Perwakilan Kedubes Republik Indonesia di Malaysia, Yusron Ambary, sempat memberikan pernyataan kepada awak media. Dia juga membacakan surat ditulis tangan oleh Siti Aisyah buat diserahkan kepada keluarga. Di dalam surat itu, Siti meminta orang tuanya jangan terlalu mengkhawatirkannya.

"Saya sehat. Doakan saja. Jangan terlalu memikirkan saya. Tetap sehat dan selalu salat malam. Banyak orang yang membantu saya. Orang kedutaan dan pengacara selalu menjenguk saya. Jangan khawatir. Doakan semoga masalah ini cepat selesai dan saya secepatnya kembali ke rumah. Titip salam untuk anakku, Rio," kata Yusron saat membacakan surat Siti.

Siti dan Doan ditangkap oleh kepolisian Malaysia setelah mereka disangka membunuh Kim Jong Nam, yakni meracuni menggunakan cairan VX di Bandara Kuala Lumpur. Kim meninggal tak lama setelah itu. Kepada polisi, keduanya mengaku cuma sedang berada dalam acara lelucon menggunakan kamera tersembunyi.

Diduga intelijen Korea Utara ada di balik pembunuhan itu. Polisi menyatakan empat warga Korea Utara terbang dari Malaysia di hari kejadian. Kuasa hukum khawatir kalau klien mereka menjadi kambing hitam karena aktor utamanya sudah kabur.

Malaysia hingga saat ini tidak menuding Korea Utara ada di balik pembunuhan Kim Jong Nam. Hanya spekulasi terus berkembang soal adanya konspirasi buat menghabisinya. Sebab, meski bukan menjadi ancaman politik bagi Kim Jong-un, tetapi Jong Nam dianggap sebagai lawan dalam kepemimpinan di Korea Utara. Namun, Pyongyang menyangkal seluruh perkiraan itu.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP