Setengah dari Orang Dewasa Israel yang Tertular Varian Delta Telah Divaksinasi Penuh
Merdeka.com - Hampir setengah orang dewasa Israel yang terinfeksi Covid-19 varian Delta telah divaksinasi penuh menggunakan Pfizer, seperti dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat.
Otoritas kesehatan Israel menemukan, sekitar 90 persen infeksi baru paling banyak disebabkan varian Delta. Hal ini disampaikan seorang ahli yang memimpin panel penasihat penanganan Covid-19 pemerintah, Ran Balicer.
Varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India pada akhir 2020, mengandung mutasi yang membuatnya lebih menular. Sebuah penelitian Public Health England (PHE) menemukan varian Delta 50 sampai 60 persen lebih menular dibandingkan varian Alfa.
Sementara itu, anak-anak di bawah usia 12 tahun – sebagian besar dari mereka belum divaksinasi - menyumbang hampir setengah dari infeksi. Demikian dikutip dari Al Arabiya, Senin (28/6).
Wabah baru ini mendorong pemerintah Israel menerapkan kembali aturan pemakaian masker, termasuk pembatasan, untuk menghentikan penyebaran varian Delta.
Kewajiban memakai masker di dalam ruangan dicabut beberapa pekan lalu tapi pemerintah memutuskan mengembalikan kewajiban tersebut untuk mengatasi penyebaran varian ini.
“Masuknya varian Delta telah mengubah dinamika penularan,” kata Balicer.Israel merupakan salah satu negara terdepan di dunia dengan vaksinasi tercepat dan paling efektif, di mana sekitar 80 persen orang dewasa (di atas 16 tahun) telah divaksinasi dengan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech.
Menurut data Covid-19 dari Reuters, infeksi harian Israel saat ini rata-rata sekitar 124 kasus. Pada Minggu, total kasus dan kematian di negara ini sejak pandemi masing-masing 840.638 dan 6.249.
Rata-rata vaksin yang disuntikkan per hari sekitar 5.182 dosis. Jika vaksinasi Israel terus berlangsung dalam angka ini, dibutuhkan 350 hari lagi untuk memberikan dosis yang cukup untuk 10 persen populasinya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya