Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah 6 tahun, 2 pembunuh perempuan Aborigin divonis bersalah

Setelah 6 tahun, 2 pembunuh perempuan Aborigin divonis bersalah Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Setelah enam tahun resah menunggu keadilan buat anak mereka, keluarga mendiang Lynette Daley, perempuan Aborigin dibunuh pada 2011 lalu bisa bernapas lega. Sebab, kini pengadilan setempat sudah menjatuhkan vonis dua lelaki diduga membunuhnya.

Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (6/9), kasus pembunuhan Daley menyentak banyak orang di Benua Kanguru itu sebab dianggap sebagai bentuk kekerasan dipicu sentimen perbedaan etnis. Perempuan malang itu ditemukan tewas bercucuran darah di pantai terpencil setempat. Diduga dia terlebih dulu diperkosa kemudian dianiaya, lantas tewas karena dibiarkan kehabisan darah.

Setelah lima kali persidangan digelar di Pengadilan Tinggi Coffs Harbour, Australia, juri memutuskan terdakwa satu Adrian Attwater bersalah memperkosa dan membunuh Daley. Sedangkan terdakwa kedua, Paul Maris, dinyatakan bersalah memperkosa dan menyembunyikan barang bukti.

Keluarga Daley menuding jaksa penuntut umum mengulur waktu penyidikan hingga enam tahun. Sebab, diduga karena latar belakang Daley sebagai Aborigin dan kedua pelaku adalah kulit putih. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP