Sering terjadi pemerkosaan di India sebab kurangnya kamar mandi

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Minggu, 12 Mei 2013 15:01




Sering terjadi pemerkosaan di India sebab kurangnya kamar mandi
Demo anti-pemerkosaan di India. ©Reuters/Ahmad Masood

Merdeka.com - Polisi India dan pegiat sosial mengatakan sebagian besar kasus pemerkosaan terhadap perempuan di Negara Bagian Bihar, India, terjadi ketika mereka keluar dari rumah mereka untuk buang air besar di tempat terbuka.

Situs bbc.co.uk melaporkan, Kamis (9/5), dari sebuah penelitian menyebutkan sekitar 85 persen rumah di salah satu negara bagian termiskin di India itu memang tidak memiliki toilet. Polisi menyatakan pada tahun lalu saja lebih dari 870 kasus pemerkosaan terjadi di Bihar.

Lebih dari setengah miliar warga India memang kekurangan akses untuk mendapat pelayanan dasar sanitasi. Banyak dari antara mereka tidak memiliki toilet atau kamar mandi lainnya.

Dari data yang ada, beberapa kasus pemerkosaan di Bihar terjadi setelah para korban ini keluar dari rumah mereka untuk buang air besar.

Pada 5 Mei lalu, seorang remaja putri berusia sebelas tahun diperkosa di Desa Mai di Distrik Jehanabad. Ketika itu korban ingin pergi ke sebuah ladang pada malam hari.

Sementara pada 28 April lalu, seorang gadis diculik dan diperkosa ketika dirinya ingin pergi buang air besar di sebuah lapangan terbuka di Desa Kalapur, di Kota Naubatpur, sekitar 35 kilometer dari Kota Patna.

Pada 24 April, seorang gadis lainnya juga diperkosa saat ingin buang air besar di sebuah peternakan, di Desa Chaunniya, Distrik Sheikhpura. Korban mengatakan kepada polisi bahwa dua warga desa telah mengikuti dia dan akhirnya memperkosanya. Salah satu pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Polisi senior India, Arvind Pandey, mengatakan bahwa kasus-kasus pemerkosaan seperti itu terjadi setiap bulannya di Bihar.

"Para pelaku melakukan aksi bejatnya ketika para perempuan ini keluar untuk buang air besar sekitar subuh atau malam. Hal ini sangat mengkhawatirkan," kata Pandey.

Dia menjelaskan sekitar 400 perempuan bisa saja lolos dari tindak pemerkosaan pada tahun lalu jika saja mereka memiliki toilet di rumah mereka.

Masalah kekerasan seksual terhadap perempuan di India telah menjadi pengawasan ketat setelah terjadinya kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswi di Ibu Kota New Delhi pada Desember tahun lalu. Kasus ini langsung menyebabkan protes di seantero India.

Pada Maret lalu, India menyetujui sebuah peraturan baru yang akan memberikan hukuman berat, termasuk hukuman mati, bagi pemerkosa.

[fas]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Polda NTB turunkan pasukan cari pesawat latih yang hilang
  • LBH Yogya koordinasi dengan Kejaksaan untuk bebaskan Ervani
  • Fadli Zon sebut rapat paripurna koalisi Jokowi badut-badutan
  • Jadi Menteri ESDM, Sudirman Said targetkan hapus subsidi BBM
  • Paripurna tandingan kubu Jokowi penuh canda dan sindiran ke KMP
  • 'Gerakan ISIS' Aceh minta pasangan mesum di salon dicambuk
  • ISIS ancam bunuh warga Barat dengan virus Ebola
  • Fadli Zon: DPR tandingan ilegal inkonstitusional!
  • Fadli Zon akui tukang tusuk sate salah, polisi sudah benar
  • Presiden Jokowi instruksikan dana bansos tak lagi uang cash
  • SHOW MORE