Sering disalahkan gara-gara ISIS, Turki kecam terorisme
Merdeka.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya menolak dan mengecam segala bentuk tindakan terorisme. Hal ini disampaikannya dalam kuliah umum di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta.
Dalam kuliah umum tersebut, Erdogan mengatakan negaranya telah berusaha keras untuk memerangi terorisme.
"Di Turki, kami berjuang melawan terorisme dan kami telah mengalami kerugian yang signifikan akibat terorisme tersebut," ujar Erdogan, Jumat (31/7).
Dalam operasi yang dilakukan negaranya, lanjut Erdogan, mereka memiliki bukti nyata jika tindakan terorisme hanya bikin rugi. Bagi dia, salah satu tindakan terorisme yang dilakukan sebuah kelompok yang mengatasnamakan agama Islam di Suriah, benar-benar menyengsarakan mereka.
"Banyak tuduhan yang dilemparkan kepada Turki akibat kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Turki. Kami sendiri mengakui gagal melacak warga negara yang menyeberang ke sana," tukas Erdogan.
Gara-gara ISIS, beberapa negara yang warganya banyak menyeberang ke Suriah menuduh Turki ada hubungan dengan kelompok radikal tersebut. Mereka menganggap Turki sengaja membuka jalan bagi warga dunia yang ingin bergabung dengan ISIS.
"Banyak negara yang gagal melacak warganya menyeberang ke Suriah menyalahkan kami (Turki). Seperti yang saya bilang, negara kami terbuka bagi semua orang, jadi kami tidak dapat melacak satu per satu mereka yang akan menyeberang ke sana (Suriah)," serunya.
Turki berbatasan dengan Suriah di sebelah tenggara. Jarak kedua negara ini hanya sekitar 910 kilometer.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya