Serdadu Israel ditembak mati di perbatasan Libanon
Merdeka.com - Seorang tentara Israel kemarin ditembak mati di Kota Rosh Hanikra, sebelah utara Israel berbatasan dengan Libanon, saat bepergian tidak menggunakan kendaraan militer sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Dia kemudian diidentifikasi sebagai Pasukan Keamanan Israel (IDF), Sersan Shlomi Cohen, 31 tahun, dari Kota Afula.
Pasukan keamanan Israel kemudian melepaskan tembakan tidak lama setelah insiden itu, dan menghantam sebuah posisi militer Libanon di perbatasan negara itu dan melukai seorang prajurit, seperti dilansir situs the Times of Israel, Senin (16/12).
Pelaku penembakan diketahui anggota angkatan bersenjata Libanon. Ini dikonfirmasi kantor berita nasional Libanon. Dia menembakkan enam sampai tujuh peluru ke arah kendaraan Israel, yang berada di balik wilayah Negeri Yahudi itu.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengatakan dalam pernyataannya bahwa Israel dan Libanon sedang bekerja sama dengan PBB untuk memastikan keadaan sebenarnya. Ban juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri, sebagaimana pasukan sementara PBB di Lebanon.
Pernyataan Ban itu datang di saat Israel menyampaikan protes besar kepada PBB terkait pelanggaran atas kedaulatan Israel dan meningkatkan kehadirannya di sepanjang perbatasan.
IDF masih berusaha untuk mengumpulkan rincian insiden pada Ahad itu.
Laporan awal mengatakan Israel menganggap serangan itu sebagai insiden terorisme, dan percaya penembak dari wilayah Libanon itu bertindak sendirian. Namun, tentara IDF lainnya yang menyaksikan penembakan itu mengatakan telah melihat personel angkatan bersenjata Libanon lainnya berkumpul di dekat si penembak setelah dia melepaskan tembakan.
Penembakan itu terjadi di dekat tempat di mana sebuah bom meledakkan sebuah mobil jeep milik tentara, dan melukai empat prajurit, pada Agustus lalu.
Menurut tim penyelamatan Israel ZAKA dan layanan bantuan, Cohen dievakuasi ke sebuah rumah sakit lokal dan meninggal dalam perjalanan karena luka-luka yang dialaminya.
IDF kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya memiliki hak untuk merespon pada waktu kejadian dengan cara yang mereka pilih.
"Pria bersenjata itu dikatakan telah menghilang," ujar Radio Militer Israel.
IDF awalnya langsung mencari tersangka di daerah itu untuk mencari apakah si penembak menyeberangi perbatasan. Tapi ternyata tidak ada tanda-tanda pelanggaran di wilayah perbatasan.
Sebuah situs yang berafiliasi dengan Hizbullah melaporkan bahwa kelompok paramiliter asal Libanon itu telah menempatkan para pejuangnya di selatan Libanon dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi setelah kejadian itu.
Kantor berita milik Hizbullah Al-Manar mengklaim patroli dari IDF telah menyeberang ke wilayah Libanon dan ditembak oleh angkatan bersenjata Libanon. Dikatakan pasukan IDF menembakkan melintasi perbatasan ke Libanon, dan seorang prajurit Libanon hilang selama bentrokan.
Al-Manar juga mengutip dari pejabat militer Libanon mengatakan pesawat Israel memasuki Libanon sekitar pukul 20.00. Pemakaman Cohen dikabarkan dilaksanakan pada pukul 17.00 kemarin di Haifa.
Penembakan pada Ahad malam di dekat Rosh Hanikra mengangkat kemungkinan adanya pertempuran terbaru di daerah yang mudah menguap, yang sejauh ini tetap tenang sejak meletupnya perang berbulan-bulan pada musim panas 2006. Hizbullah, kelompok gerilya yang melancarkan perang tujuh tahun lalu, tampaknya tidak terlibat pada penembakan kemarin itu. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya