Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan Terbaru Israel di Gaza, 26 Warga Palestina Termasuk 8 Anak-Anak Terbunuh

Serangan Terbaru Israel di Gaza, 26 Warga Palestina Termasuk 8 Anak-Anak Terbunuh Bocah di Jalur Gaza tewas akibat gempuran Israel. ©MOHAMMED ABED/AFP

Merdeka.com - Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza pada Minggu (16/5), menewaskan 26 warga Palestina termasuk delapan anak-anak. Serangan ini dilakukan jelang fajar atau sebelum Subuh. Demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza.

Sementara itu, roket terus ditembakkan ke arah Israel dari Gaza. Dilansir Reuters, Minggu (16/5), serangan terbaru ini menambah jumlah korban jiwa di pihak Palestina menjadi 174 orang termasuk 47 anak-anak. Pihak Israel melaporkan 10 kematian, termasuk dua anak-anak.

Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan hari ini membahas kekerasan terbaru Israel di wilayah Palestina, yang disebut merupakan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengingatkan semua pihak bahwa menargetkan warga sipil dan gedung media melanggar hukum internasional dan harus dicegah. Hal ini disampaikan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada Sabtu. Sebelumnya pada Sabtu, Israel memborbardir gedung 12 lantai yang menjadi kantor sejumlah media asing seperti The Associated Press dan Al Jazeera.

Israel berdalih gedung Al-Jalaa itu merupakan tempat di mana militer Hamas berkantor sehingga sah untuk dijadikan target serangan. Sebelumnya Israel memberikan peringatan kepada warga sipil agar meninggalkan gedung tersebut sebelum dibombardir.

AP mengecam serangan tersebut dan membantah klaim Israel dan meminta Israel menyertakan bukti.“Kami tidak punya indikasi Hamas ada di gedung itu atau aktif di gedung tersebut,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Sebagai balasan pengeboman gedung Al-Jalaa, Hamas menembakkan 120 roket ke Israel semalam. Menurut militer Israel, banyak roket yang dicegat dan belasan roket jatuh di sekitar Gaza.

Warga Israel bergegas menuju shelter anti bom saat sirene berbunyi menandakan tembakan roket menuju Tel Aviv dan kota Beersheba di selatan. Sekitar 10 orang terluka saat berlari menuju shelter, demikian disampaikan paramedis.

Dalam serangan udara Minggu pagi, militer Israel mengatakan serangan menghantam rumah Yehya Al-Sinwar di Khan Younis. Sinwar, Gaza selatan, yang dibebaskan dari penjara Israel pada 2011. Sinwar adalah kepala sayap politik dan militer Hamas di Gaza.

Kabinet keamanan Israel akan menggelar rapat hari ini membahas pertempuran tersebut.

Warga Palestina bekerja membersihkan puing-puing gedung yang hancur dalam serangan Minggu pagi tersebut, dan menemukan jasad seorang perempuan dan seorang laki-laki.

“Ini adalah saat-saat mengerikan yang tidak bisa dijelaskan oleh siapa pun. Seperti gempa bumi yang menghantam wilayah tersebut,” kata Mahmoud Hmaid, yang membantu upaya penyelamatan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP