Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan brutal di Kampus Ohio, 11 mahasiswa ditabrak dan ditusuk

Serangan brutal di Kampus Ohio, 11 mahasiswa ditabrak dan ditusuk Serangan di kampus Ohio. ©2016 ABC13.com

Merdeka.com - Seorang mahasiswa Ohio State University tiba-tiba menabrakkan kendaraannya ke sejumlah pejalan kaki di pedestrian. Tak puas, dia juga menyerang sejumlah orang yang sedang melintas dengan pisau. Akibatnya, 11 orang mahasiswa terluka dan menimbulkan kepanikan di kampus tersibuk itu.

Dilansir dari harian The New York Times, Selasa (29/11), peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 09.50 malam waktu setempat. Pelaku diketahui bernama Abdul Artan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan mencoba menabrak siapa saja sedang berjalan di atas pedestrian.

"Kendaraan ini mendadak muncul di trotoar. Mobil dipacu dengan kecepatan tinggi dan menabrak siapa saja yang terlihat di depan dia (Abdul Artan)," ujar saksi mata, Angshuman Kapil. Kendaraan berhenti begitu menabrak blok beton.

Enam orang terluka akibat ditabrak mobil pelaku, sedangkan lima lainnya mengalami luka tusuk. Seluruh korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Selang semenit, petugas kepolisian di universitas tersebut langsung menembak mati pelaku. Sementara, aktivitas kampus dihentikan dan ditutup selama berjam-jam. Sebagian orang berlarian mencari perlindungan dan membuat barikade di gedung akademi serta asrama.

Dari investigasi sementara, pelaku merupakan imigran Somalia yang sedang mempelajari manajemen logistik di universitas tersebut. Meski menduga serangan itu terkait terorisme, namun FBI meyakini penyerangan terkait dengan stigma negatif terhadap umat Muslim di sekolah itu.

Tidak ada bukti yang mendukung Artan memiliki koneksi atau terkait dengan ideologi radikal. Sejauh ini, belum ada grup teroris manapun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, termasuk ISIS.

Polisi menyebutkan, aksi Artan terinspirasi dari peristiwa di Nice, Prancis. Di mana pelaku menggunakan truk untuk menabrak lusinan pejalan kaki Juli lalu.

Dalam sebuah wawancaranya dengan koran mahasiswa, The Lantern, yang mempublikasikan wawancaranya dengan Artan, menyebutkan ketakutannya untuk melaksanakan ibadah sebagai umat Muslim. Sebab, orang-orang memiliki pandangan negatif terhadap agama yang dianutnya.

"Saya takut dengan apa yang ditulis oleh media. Saya Muslim, dan tidak seperti yang digambarkan media. Jika orang melihat saya, seorang Muslim beribadah, saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan, apa yang akan terjadi. Tapi saya tidak menyalahkan mereka," ujarnya dalam wawancara sebulan sebelum serangan.

Artan akhirnya tewas di tangan petugas polisi kampus, Alan Horujko (28). Alan terpaksa menembak Artan karena menolak untuk menjatuhkan pisau miliknya. "Semua korban luka diharapkan selamat," tulis rilis resmi universitas.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP