Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seorang Pria Positif Covid, Cacar Monyet, dan HIV Secara Bersamaan

Seorang Pria Positif Covid, Cacar Monyet, dan HIV Secara Bersamaan Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah ilmuwan melaporkan kasus pertama pasien yang dites positif untuk cacar monyet, Covid-19, dan HIV pada saat yang bersamaan.

Seorang pria Italia berusia 36 tahun, mengalami serangkaian gejala - termasuk kelelahan, demam, dan sakit tenggorokan - sembilan hari setelah kembali dari perjalanan ke Spanyol. Dia diketahui sebelumnya melakukan hubungan seks tanpa alat pengaman.

Dikutip dari laman The Independent, Kamis (25/8), pria itu pertama kali dites positif Covid pada 2 Juli, menurut laporan studi kasus yang diterbitkan dalam Journal of Infection.

Hari berikutnya, gelembung kecil menyakitkan mengelilingi ruam muncul pada bagian bawah tubuh dan wajah pria itu. Pada 5 Juli, gelembung itu telah menyebar lebih jauh dan berkembang menjadi pustula (benjolan kecil di kulit). Pria itu akhirnya membawa dirinya ke rumah sakit di Palermo.

Di sana, dia dites untuk cacar monyet dan kemudian kembali dengan hasil positif.

Pasien itu juga diperiksa untuk beberapa infeksi penyakit seksual menular. Dia dites positif HIV-1, dan para peneliti mengatakan dari hasil pemeriksaan tampaknya infeksi itu relatif baru.

Pasien itu telah melakukan tes HIV pada bulan September tahun lalu dan hasilnya negatif.

Setelah pulih dari Covid-19 dan cacar monyet, pasien dipulangkan dari rumah sakit pada 11 Juli untuk berisolasi di rumah. Pada tahap ini, luka pada kulitnya telah sembuh, setelah mengeras, dan meninggalkan bekas luka kecil.

“Kasus ini menyoroti bagaimana gejala cacar monyet dan Covid-19 dapat tumpang tindih, dan menguatkan terjadinya koinfeksi, pengumpulan anamnestik, dan kebiasaan seksual sangat penting untuk diagnosis yang benar,” kata para peneliti, dari Universitas Catania dalam laporan kasus mereka.

“Untuk dicatat, tes usap orofaringeal cacar monyet masih positif setelah 20 hari, menunjukkanbahwa orang-orang ini mungkin masih menular selama beberapa hari setelah remisi klinis,” kata laporan itu.“Akibatnya, dokter harus melakukan tindakan pencegahan yang tepat.”

Para peneliti menambahkan: “Karena ini adalah satu-satunya kasus virus cacar monyet, Covid-19 dan HIV yang terjadi secara bersamaan, masih belum cukup bukti untuk mendukung kombinasi ini dapat memperburuk kondisi pasien.Mengingat masih pandemi Covid-19 saat ini dan peningkatan kasus cacar monyet terjadi setiap hari, sistem perawatan kesehatan harus mewaspadai kemungkinan ini.”

Reporter Magang: Gracia Irene

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP