Seorang Ayah di China Bertemu Putranya yang Diculik Setelah 24 Tahun Pencarian
Merdeka.com - Seorang ayah di China, Guo Gangtang berkumpul kembali dengan putranya yang diculik setelah 24 tahun pencarian. Demi mencari anaknya, pria ini mengendarai sepeda motor sepanjang 500.000 kilometer ke seluruh China, mencari petunjuk tentang kemungkinan keberadaan putranya.
Putra Guo berumur hanya 2 tahun 5 bulan ketika diculik dari depan rumah keluarganya di Provinsi Shandong, saat sedang bermain.
Penculik ini kemudian menjualnya ke sebuah keluarga di China tengah, kata Kementerian Keamanan Masyarakat pada Selasa, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/7).
Penculikan dan penjualan anak meluas di China pada 1980-an, ketika aturan satu anak ditetapkan, dan obsesi kultural untuk memiliki anak laki-laki mendorong meluasnya penculikan anak laki-laki.
Setelah bertahun-tahun pencarian, polisi menyampaikan kepada Guo Gangtang pada Minggu, hasil tes DNA membenarkan bahwa pria 26 tahun yang berprofesi sebagai guru di Provinsi Henan itu merupakan anaknya yang hilang.
Guo terlihat menangis saat istrinya memeluk putra mereka, Guo Zhen, saat mereka akhirnya bertemu, seperti tampak dalam sebuah foto yang dirilis pada Selasa oleh Kementerian Keamanan Masyarakat.
“Sekarang anak itu telah ditemukan, semuanya bisa bahagia mulai sekarang,” kata Guo sambil menangis dalam sebuah video yang dirilis media pemerintah China, China News Service.
Setelah putranya diculik pada 1997, Guo keluar dari pekerjaannya dan berkeliling China mengendarai sepeda motor dengan bendera besar yang memasang foto putranya terikat di belakang.
Perjalanannya sepanjang 500.000 kilometer yang dilalui dengan berbagai rintangan seperti perampokan, tidur di bawah jembatan, dan bahkan mengemis saat dia kehabisan uang, menginspirasi film laris China berjudul, Lost and Love.
Selama bertahun-tahun, Guo telah membantu tujuh keluarga lainnya menemukan anak mereka yang hilang dan meningkatkan kesadaran soal perdagangan anak, yang masih menjadi topik tabu di China.
Kepada wartawan, Guo mengatakan dia awalnya mengunjungi kota di mana putranya dibesarkan untuk membantu ayah lainnya menemukan putra mereka yang diculik.
Global Times melaporkan, dua tersangka berkaitan dengan kasus penculikan ini telah ditangkap. Namun polisi tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait keluarga yang membeli putra Guo.
Berita pertemuan Guo dan putranya ini dihujani komentar haru di media sosial yang telah dilihat lebih dari 9 juta kali.
“Orang tua tidak pernah menyerah pada anak-anaknya! Perjuangan Guo menunjukkan dalamnya cinta seorang ayah,” tulis seorang pengguna Weibo.
Sejak peluncuran basis data DNA anggota keluarga yang hilang pada 2016, polisi mengatakan mereka telah membantu lebih dari 2.600 korban penculikan, beberapa lebih dari 60 tahun, bertemu dengan orang tua biologis mereka.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya