Sempat dilarang, kini pejabat China kembali boleh main golf
Merdeka.com - Pada Oktober tahun lalu, Partai Komunis China mengeluarkan kebijakan untuk menjauhi gaya hidup mewah. Seperti makan di restoran mahal, pergi ke pusat hiburan, serta bermain golf. Mereka yang masih melakukan hal itu akan menyalahi aturan dan menerima sanksi berat. Baru-baru ini, akhirnya salah satu poin kebijakan mereka yaitu bermain golf telah 'dihalalkan' kembali.
"Partai Komunis telah mengubah hati dan memutuskan tentang bermain golf bukan merupakan kesalahan asal mereka membayar sendiri dengan uang pribadi," kata Pusat Komisi untuk Inspeksi Disiplin China kepada koran setempat, seperti diberitakan laman Independent, Kamis (14/4).
Dalam sebuah artikel di media massa China disebutkan bermain golf bisa dimanfaatkan untuk tawar-menawar kepentingan yang berujung pada korupsi.
Dalam sejarahnya, China memiliki catatan buruk dengan golf. Pemimpin Partai Komunis, Mao, pernah menyatakan golf adalah olahraga 'borjuis' dan melarang olahraga ini di tahun 1949.
Meskipun pelarangan terhadap golf dicabut pada tahun 80an, pembentukan pusat pelatihan golf masih dilarang di tahun 2004. Diketahui peminat golf di Negara Tirai Bambu sendiri mencapai ratusan hingga ribuan, bahkan jutaan. Walau tidak ada pegolf pria China dalam ranking resmi top 50 dunia, ShanShan Feng saat ini bertengger di urutan ke 11 sebagai pegolf wanita dunia asal China.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya