Sempat diculik Abu Sayyaf, dua WNI di kapal Malaysia dilepaskan
Merdeka.com - Menurut laporan dari harian the Star yang mengutip sumber militer Filipina, sekitar delapan orang pria bersenjata membajak kapal Malaysia pada Jumat malam di perairan sebelah timur Sabah.
Dua dari pembajak itu mengklaim mereka adalah anggota kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina, seperti dilansir situs International Business Times, Sabtu (2/4).
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan telah terjadi perampokan dan penculikan ABK terhadap kapal Tug Boat bendera Malaysia "MASSIVE 6" Highline Shipping Sdn Bhd di perairan Ligitan pada pukul 18.15 kemarin.
Dalam pesan singkat yang diterima merdeka.com, Iqbal menuturkan, kapal itu terdiri dari sembilan anak buah kapal (ABK) (4 orang WN Malaysia; 3 orang WN myanmar; dan 2 orang WNI).
Dari 9 ABK tersebut hanya 4 orang yang diculik dan masih disandera. Yang lainnya dibebaskan. Seluruh ABK yg disandera adalah WN Malaysia.
"Tiga WN Myanmar dan dua WNI telah dilepaskan," kata Iqbal.
Kelima ABK tersebut sudah diselamatkan oleh otoritas Malayisa dan saat ini sudah berada di Tawau untuk dimintai keterangan oleh otoritas Malaysia.
Peristiwa itu hanya berselang beberapa hari setelah 10 WNI diculik kelompok Abu Sayyaf saat dalam perjalanan memakai kapal menuju Filipina. Mereka hingga kini masih disandera.
Ralat berita:
Dari informasi terbaru Kementerian Luar Negeri, jumlah warga negara Indonesia yang sempat diculik dan kini sudah dilepaskan adalah tiga orang, bukan dua. Sedangkan warga negara Myanmar yang juga diculik dan dilepaskan jumlahnya dua orang, bukan tiga seperti keterangan sebelumnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya