Selentingan agama sengaja dipelihara
Merdeka.com - Percik api menyulut kembali dalam penetapan siapa paling berhak atas nama Tuhan di Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, lontaran ini dimulai dari pejabat negara paling berwenang mengatur kebijakan Negeri Jiran yakni Menteri Dalam Negeri Ahmad Zahid Hamidi.
Dalam pernyataan keras yang dilansir pelbagai media termasuk stasiun televisi Al Arabiya (19/8), Hamidi menyerukan umat Islam Malaysia bersatu padu mempertahankan kata 'Allah' dan segera bertindak mematenkan nama itu bagi Tuhannya para muslim sebelum gereja Katolik setempat memenangkan penggunaan kata itu. Saat ini mereka memang tengah memohon pengadilan tinggi agar diperkenankan memakai Allah di setiap kitab suci mereka.
Hamidi kebakaran jenggot langsung memerintahkan semua pemimpin organisasi Islam mempertahankan kata Allah. "Mari kita singkirkan segala kepentingan politik dalam tafsir bagi menguntungkan organisasi atau individu," ujarnya.
Tahun ini selentingan soal perbedaan agama dan keyakinan merebak kembali. Ini menjadi rentan bentokan antar sesama pemeluknya. Bahkan pra pemilihan umum sebuah spanduk besar anti-Kristen terpampang dan disinyalir berasal dari Partai Barisan Nasional (Barnas), partainya pemerintah namun mereka membantahnya.
Bahkan seorang anggota parlemen bernama Ibrahim Ali tidak diketahui partai mana dia berasal telah terang-terangan membuat pernyataan mengajak masyarakat Malaysia membakar Injil. Dia juga menyerukan umat Islam se-Negeri Jiran menyita Alkitab dengan memakai kata Allah. Ajakan ini dinilai sebagai propaganda sebelum pemilu Mei lalu menyadarkan umat agar tidak memilih wakil beragama lain. Ini mengacu pada Barnas.
Barnas berkuasa sejak Malaysia diberikan kemerdekaan oleh Inggris memang awalnya mendapat banyak dukungan. Namun kali ini mereka hanya bisa bergantung pada pemilih etnis Melayu banyak memeluk Islam.
Mungkin ini sebabnya salah satu kementerian dalam pemerintah secara sembarangan mengeluarkan kata semakin meruncingkan permasalahan. Jika hal ini tidak diselesaikan bisa jadi Perdana Menteri Najib Razak dan partai berkuasa bakal kalah pamor di pemilu mendatang. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya