Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selandia Baru Gelar Konser Dihadiri 50.000 Orang Setelah Berhasil Atasi Pandemi

Selandia Baru Gelar Konser Dihadiri 50.000 Orang Setelah Berhasil Atasi Pandemi Ilustrasi konser musik. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Pada Sabtu malam, lebih dari 50.000 orang berkumpul di stadion terbesar di Selandia Baru, Eden Park, mengadiri konser musik yang diyakini sebagai konser terbesar sejak pandemi mulai.

Melalui kombinasi lockdown dan penutupan perbatasan yang cepat, Selandia Baru telah berhasil melawan virus corona, yang pernah mencatat 2.600 kasus dan 26 kematian sejak awal pandemi, menurut basis data The New York Times.

Masker jarang dipakai, dan tidak diberlakukan persyaratan jarak sosial. Sebaliknya, orang didorong untuk memindai sistem pelacakan dan penandaan negara tersebut, dan cairan pembersih tangan disediakan secara luas.

“Kalau nanti mereka mengatakan kepada kalian ini tidak mungkin, tunjukkan mereka ini,” tulis band Six60 yang tampil dalam konser tersebut dalam sebuah foto udara kerumunan, yang diunggah di akun Instagramnya, dikutip dari The New York Times, Senin (26/4).

Tiket acara ini terjual habis hanya dalam hitungan minggu. Ini adalah pertama kalinya aksi musikal diizinkan tampil di Eden Park, yang juga menampilkan kelompok Maori kapa haka dan pesta kembang api.

Sementara negara yang dihantam keras pandemi seperti Spanyol yang bulan lalu menggelar konser eksperimental dalam ruangan untuk 5.000 penggemar, menguji cara-cara yang aman untuk kembali menggelar konser musik langsung di lingkungan pasca Covid, lokasi konser di Selandia Baru beroperasi sama seperti sebelum pandemi.

Menurut basis data The New York Times, kurang dari 3 persen populasi Selandia Baru telah menerima dosis vaksin, dan para pengunjung konser tidak diwajibkan menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif virus corona.

Konser musik besar juga diselenggarakan di tempat-tempat lain yang telah berhasil menghentikan penyebaran virus.

Di Taiwan, penyanyi dan penulis lagu Eric Chou konser di Taipei Arena tahun lalu, di mana tiket dibatasi hanya untuk 10.000 orang. Di China, lebih dari 4.000 konser digelar selama pekan pertama Oktober dalam rangka perayaan Hari Nasional.

Barangkali perubahan besar terkait konser di Auckland itu kurangnya kehadiran musisi internasional. Dengan ditutupnya perbatasan untuk hampir semua orang kecuali warga negara dan pekerja penting, artis yang tampil harus mengajukan izin khusus untuk memasuki negara tersebut, kemudian menghabiskan dua pekan karantina mandiri di hotel. The Wiggles dari Australia salah satunya yang mendapat visa masuk khusus ke Selandia Baru.

Warga Selandia Baru lebih menyukai artis-artis lokal. Tiket tur nasional oleh penulis lagu dan penyanyi Marlon Williams habis terjual di kota terbesar di Selandia Baru tersebut. Penyanyi Benee, yang terkenal melalui TikTok tampil dalam festival musik tahunan Rhythm and Vines dekat kota Gisborne, yang menarik 23.000 pengunjung.

Koridor perjalanan trans-Tasman baru, yang mengizinkan perjalanan bebas karantina antara Australia dan Selandia Baru, dimulai pekan lalu, membuka jalan bagi penyanyi dan penulis lagu asal Australia, Courtney Barnett mengumumkan tur 10 hari pada Juli.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP