Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selalu Remehkan Virus Corona, Presiden Brasil Dinyatakan Positif Covid-19

Selalu Remehkan Virus Corona, Presiden Brasil Dinyatakan Positif Covid-19 Presiden Brasil Batuk-batuk Saat Ikut Demo. ©2020 AFP/SERGIO LIMA

Merdeka.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, setelah beberapa bulan terakhir meremehkan virus tersebut. Bolsonaro sendiri mengumumkan hasil tes, yang disiarkan saluran TV Brasil pada Selasa.

"Semua orang tahu bahwa virus itu akan mengenai sebagian besar populasi cepat atau lambat. Saya positif," jelasnya merujuk pada tes Covid-19 yang dilakukan pada Senin, dilansir CNN, Rabu (8/7).

"Pada hari Minggu, saya merasa tidak enak badan. Pada hari Senin, menjadi lebih buruk ketika saya mulai merasa lelah dan sakit otot. Saya juga mengalami demam 38 derajat Celcius. Mengingat gejala-gejala itu, dokter presiden curiga terinfeksi Covid-19," lanjutnya, seraya menambahkan dia kemudian pergi ke rumah sakit untuk menjalani scan paru-paru.

Istrinya, Michelle Bolsonaro juga dites Covid-19. Dalam sebuah wawancara dengan CNN Brasil setelah dinyatakan positif, Bolsonaro mengatakan akan menghindari pertemuan tatap muka dalam waktu dekat.

Bolsonaro mengatakan rapat-rapat akan dilakukan melalui konferensi video dan dia membatasi diri bertemu orang-orang secara langsung.

Dia juga mengakui risiko besar yang ditimbulkan oleh virus yang di masa lalu dia abaikan sebagai "flu kecil."

"Kami tahu virus ini mematikan untuk orang-orang dari usia tertentu, seperti saya, di atas 65, serta bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta dan masalah lain. Dalam kasus itu, virus bisa menjadi penentu dan menyebabkan kematian - semua orang tahu itu," jelasnya.

Bolsonaro sebelumnya meyakinkan para pendukung pada Senin bahwa paru-parunya sehat setelah dites. Mengenakan masker, dia memperingatkan pendukungnya agar tak mendekat.

"Anda tidak bisa terlalu dekat dengan saya, oke? Rekomendasi untuk semua orang," ujarnya.

"Saya pikir saya sudah terkena."

Tidak Sadar Tertular

Brasil adalah negara nomor dua tertinggi setelah Amerika Serikat dalam jumlah infeksi dan kematian virus corona. Tapi Bolsonaro sering muncul di depan umum dan pada acara kampanye tanpa masker, bahkan memeluk pendukungnya.

"Saya harus mengakui, saya pikir saya sudah terkena lebih awal, mengingat aktivitas saya yang sangat dinamis dalam menghadapi orang-orang," ujarnya pada Selasa.

"Dan saya sering mengatakan, saya adalah presiden dan saya berada di garis depan, saya tidak melarikan diri dari tanggung jawab saya juga tidak menghindari orang-orang."

"Karena kontak saya dengan orang-orang, saya pikir saya sudah terpapar dan tidak menyadarinya, seperti mayoritas populasi Brasil yang tertular virus, dan tidak tahu," lanjutnya.

Lebih dari 65.000 orang kini telah meninggal karena Covid-19 di Brasil, menurut angka yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Senin. Sejauh ini, 1.623.284 kasus telah dikonfirmasi. Dengan terbatasnya kapasitas tes, beberapa ahli mengatakan jumlah kasus infeksi sebenarnya bisa 12 hingga 16 kali lebih tinggi.

Saat wawancara dengan CNN Brasil, Bolsonaro membela penanganan pandemi pemerintahnya. "Tidak ada negara di dunia yang berhasil mencegah kematian," kelitnya.

"Seluruh dunia dengan suara bulat mengatakan bahwa tujuan dari langkah-langkah isolasi, bukan untuk mencegah orang tertular virus tetapi paparan yang tidak dapat dihindari dan itu perlu waktu lebih lama bagi rumah sakit untuk dilengkapi dengan tempat tidur ICU dan respirator."

Dulu Kritik Lockdown

Padahal sebelumnya Bolsonaro mengkritik penerapan lockdown di sejumlah negara bagian.

Setelah dites positif, Bolsonaro menekankan wali kota dan gubernur bertanggung jawab atas penanganan pandemi. "Jika berjalan baik atau buruk, itu adalah tanggung jawab gubernur dan wali kota, menurut keputusan Mahkamah Agung," cetusnya.

Seperti Presiden AS Donald Trump, Bolsonaro telah mendorong obat anti-malaria hydroxychloroquine sebagai pengobatan potensial untuk virus corona, meskipun belum terbukti efektif. WHO juga telah menghentikan uji coba obat tersebut.

Namun Bolsonaro mengaku minum hydroxychloroquine dan azithromycin sambil menunggu hasil tes Covid-19 keempat dalam empat bulan ke depan, dan memuji obat kontroversial itu untuk kesehatannya.

"Saya merasa sangat sehat. Saya percaya bahwa cara mereka menggunakan hydroxychloroquine, efeknya langsung," klaimnya.

Sementara itu WHO pada Selasa berharap Bolsonaro segera sembuh. "Sangat penting untuk memahami keseriusan virus ini dan ini sangat serius," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di Jenewa.

"Tidak ada negara yang kebal, dan tidak ada negara yang aman, dan tidak ada individu yang bisa selamat."

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP