Selain bantai 146 orang, Taliban paksa murid lihat guru dibakar
Merdeka.com - Taliban kemarin (16/12) melakukan serangan teror paling buruk sepanjang sejarah Pakistan. Sembilan militan radikal menyerbu komplek sekolah dikelola tentara di Kota Peshawar. Mereka bisa menerobos masuk ke lembaga pendidikan itu karena memakai seragam tentara Pakistan. Para militan membawa bom dan senapan berat.
Setelah sembilan jam menembaki dan meledakkan beberapa gedung, korban tewas mencapai 146 orang. Mayoritas adalah pelajar SD dan SMP, serta guru. Sedangkan 113 pelajar lainnya cedera parah.
Serbuan balik oleh militer Pakistan, menewaskan seluruh anggota Taliban. Sayangnya, pasukan pemerintah baru datang selepas satu militan dikabarkan meledakkan diri di ruangan berisi 60 murid.
Seperti dilaporkan Stasiun Televisi NBC yang ada di dekat lokasi, militer Pakistan mendapat pengakuan murid dan saksi mata lainnya soal kekejaman para militan itu.
Siswa yang tidak dibunuh, terutama pelajar putri dari jenjang SD, dipaksa melihat guru mereka dibunuh. "Para militan itu menyiram bensin ke tubuh sang guru lalu memaksa murid-murid itu menyaksikannya," kata seorang petugas antiteror Pakistan yang tidak disebut namanya.
Lorong-lorong Rumah Sakit Militer Kota Peshawar dijejali mayat para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah warna hijau-kuning.
Kepada Daily Mail, salah satu orang tua korban tewas menangis dan mengecam Taliban. "Apa salah anak saya, mereka tidak membawa senjata. Ini nyata-nyata ketidakadilan," raungnya.
Akibat insiden ini, Militer Pakistan bersumpah akan menghabisi Taliban.
Sedangkan Juru bicara Taliban Umar Muhammad Khurasani membenarkan pihaknya mengirim sembilan militan. Kelompok radikal itu mengaku sakit hati keluarga mereka diserang oleh militer Pakistan beberapa bulan lalu.
Khurasani menjelaskan, para militan itu sudah dilengkapi bom bunuh diri. Teror ini dilakukan, karena tentara Pakistan membunuh anggota mereka di wilayah kekuasaan Taliban Juni lalu.
"Ini adalah serangan balasan atas serangan militer di Waziristan Utara. Kami sengaja menyasar sekolah agar tentara Pakistan merasakan pula sakitnya kehilangan keluarga," kata Khurasani.
Dunia mengutuk serang teroris paling buruk sepanjang sejarah Pakistan itu. Perdana Menteri Inggris David Cameron menilai aksi Taliban mengerikan. "Kekejaman ini sangat mengejutkan dan tak bisa dinalar," ujarnya.
"Penyanderaan dan pembunuhan anak-anak sudah melampaui kekejaman apapun yang sudah dialami Pakistan yang sudah dicengkeram teror dan kekerasan selama bertahun-tahun," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.
India yang biasanya tak akur dengan Pakistan menyebut teror Taliban nista. Perdana Menteri Narendra Modi menilai kelompok radikal itu amat pengecut.
"Aksi Taliban itu adalah sebuah aksi tak berperikemanusiaan dan merupakan sebuah kebrutalan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. India ikut merasakan duka Pakistan," ujar Modi.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya