Sekelompok Dokter di Jerman Berpose Bugil Protes Kurangnya Persediaan APD
Merdeka.com - Sekelompok dokter di Jerman berpose tanpa busana sebagai bentuk protes kurangnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) dalam perang melawan virus corona. Pose bugil ini untuk menunjukkan betapa rentannya mereka jika tak dilengkapi APD yang layak.
Para dokter ini menyebut aksi protesnya dengan Blanke Bedenken, di mana kekurangan APD membahayakan hidup mereka.
“Kami adalah dokter umum kalian. Untuk merawat kalian dengan aman, kami membutuhkan APD. Jika kita kehabisan APD yang jumlahnya sedikit itu, kita akan terlihat seperti ini," kicau kelompok itu di Twitter, disertai fmfoto telanjang seorang dokter pria, dilansir dari NBC News, Rabu (29/4).
Di situs kelompok ini, yang diluncurkan para Kamis dan mendapat perhatian di dunia maya, menampilkan lebih banyak foto para dokter yang berpose dengan alat praktik mereka, beberapa orang bahkan benar-benar telanjang bulat dan hanya mengalungkan stetoskop, menyembunyikan bagian tubuh sensitif mereka dengan peralatan medis, kertas kerja, dan tisu gulung.
Dalam salat satu foto, seorang dokter memegang kertas bertuliskan kalimat dalam bahasa Jerman yang artinya "Saya telah belajar untuk menjahit luka. Kenapa sekarang saya harus belajar membuat masker?"
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAPD yang terdiri dari masker, kacamata, sarung tangan, dan pakaian pelindung, sangat penting untuk mencegah penularan saat merawat pasien Covid-19.
Di situs webnya, Blanke Bedenken mengatakan anggotanya terinspirasi Alain Colombie, seorang dokter keluarga di Pomérols, Prancis, yang berpose telanjang di tempat praktiknya memprotes keterbatasan APD untuk dokter umum.
Kepada NBC News pada Selasa, juru bicara Blanke Bedenken mengatakan belum bisa diwawancara terkait protes tersebut. Tidak diketahui berapa banyak dokter yang terlibat dalam protes tersebut.
Pejabat kesehatan Jerman belum menanggapi permintaan konfirmasi terkait protes kelompok ini.
Kementerian Kesehatan Jerman mengumumkan awal bulan ini, produksi APD akan diperbanyak. Sejauh ini, jutaan masker dan peralatan pelindung lainnya didatangkan dari luar negeri, sebagian besar dari China.
KBV, sebuah organisasi yang mewakili sekitar 165.000 dokter dan psikoterapis dalam skema asuransi kesehatan Jerman, telah bekerja dengan kementerian untuk mendistribusikan ratusan ribu APD ke berbagai fasilitas kesehatan.
Juru bicara Roland Stahl mengatakan kepada NBC News pada Selasa, pengiriman APD melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
"Situasi tampaknya membaik tetapi kami tetap membutuhkan peralatan," kata Stahl. "Sekarang tidak seburuk beberapa pekan yang lalu."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya