Sejumlah Pekerja China Terluka dan Terjebak Saat Lima Pabrik Dibakar di Myanmar
Merdeka.com - Kedutaan besar China di Myanmar menyampaikan banyak pekerja China terluka dan terjebak saat pabrik-pabrik di distrik Hlaingthaya di Yangon dibakar dan dirusak.
Kedutaan meminta jaminan keamanan segera, menyebut situasinya “sangat parah”, demikian disampaikan dalam pernyataan yang diunggah di halaman Facebook resminya. Pernyataan tersebut juga mengatakan warga negara China di Myanmar telah diperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Beberapa pabrik-pabrik China dibakar dan dirusak dan banyak pekerja China terluka dan terjebak,” jelasnya tanpa merinci korban luka, dikutip dari Channel News Asia, Senin (15/3).
Myanmar Now mengutip penduduk yang mengatakan tiga pabrik dibakar di Hlaingthaya. Belum jelas apakah itu termasuk dua pabrik garmen yang didanai China yang disebut televisi pemerintah China CGTN dibakar.
CGTN mengutip kedutaan besar China di Myanmar meminta bantuan.
“China mendesak Myanmar untuk melakukan tindakan efektif yang lebih jauh untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan UU dan memastikan keamanan nyawa dan properti perusahaan China dan personil di Myanmar,” jelas pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan, pelaku pembakaran belum ditemukan.
Penentang kudeta mengkritik China karena tak mengecam penggulingan kekuasaan oleh militer sebagaimana dilakukan negara-negara Barat. China mengatakan paling utama adalah stabilitas dan kudeta merupakan urusan internal Myanmar.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya