Sejumlah Anggota Polisi Prancis Diskors Setelah Pukul Seorang Pria Kulit Hitam
Merdeka.com - Sejumlah anggota polisi Prancis diskors pada Kamis setelah muncul sebuah video mereka memukuli seorang pria kulit hitam di Paris.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin menyampaikan dia secara pribadi memerintahkan skorsing tersebut setelah tayangan CCTV dipublikasikan oleh situs berita Loopsider.
Video tersebut menunjukkan pria kulit hitam tersebut, diidentifikasi oleh pengacaranya sebagai Michel Zecler, dipukuli para petugas polisi.
"Gambar-gambar ini sangat buruk, sangat mengejutkan dan segera setelah saya menelitinya dan apa yang terjadi, saya meminta skorsing para petugas polisi tersebut," jelas Darmanin dalam sebuah pidato di televisi pada Kamis malam, dikutip dari CNN, Jumat (27/11).
"Segera setelah fakta dikonfirmasi oleh pengadilan, karena mereka sedang melakukan pemeriksaan, saya akan meminta pemecatan para petugas polisi tersebut," tegasnya.
Loopsider menerbitkan sebuah wawancara dengan seorang pria yang tak disebutkan namanya dengan luka di sekujur wajahnya yang disebut sebagai korban pemukulan.
"Saat itu saya ketakutan, saya mengatakan ke diri saya mungkin hari ini adalah hari terakhir saya," kata pria ini dalam video itu.
Pria tersebut mengatakan kepada wartawan, dia sedang berjalan dekat studionya tanpa memakai masker. Saat melihat polisi, dia berjalan menunduk menuju studionya untuk menghindari denda. Kemudian pria itu mengatakan polisi memukulnya dan melecehkannya secara rasial.
Kekerasan Polisi di Kamp Migran
Kepolisian Prefektur Paris dalam sebuah pernyataan pada Kamis menyampaikan, badan penyelidikan internal kepolisian Prancis diminta menyelidiki insiden tersebut dan pihaknya juga telah meminta Direktur Jenderal Kepolisian Nasional untuk menskors para petugas polisi tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah unjuk rasa warga Prancis menentang brutalitas polisi dan hanya beberapa hari setelah video kekerasan polisi lainnya mengejutkan warga Prancis. Video tersebut direkam pada Senin selama operasi pembongkaran kamp migran di pusat kota Paris.
Di Twitter, Darmanin mengatakan beberapa foto pembongkaran kamp migran ilegal itu "mengejutkan". Dia meminta badan penyelidikan internal kepolisian Prancis menyelidiki operasi tersebut.
Pada Selasa, anggota Ombudsman Kemerdekaan Sipil Prancis, Claire Hedon, mengumumkan dia juga akan menyelidiki operasi polisi tersebut.
Kantor Kejaksaan Paris telah menyampaikan kepada CNN, penyelidikan pemukulan pria kulit hitam dan pembongkaran kamp migran telah dimulai.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya