Sejarah pemberontak Huthi di Yaman yang bikin ketar-ketir Saudi
Merdeka.com - Pemberontak Huthi kemarin mengumumkan mereka telah meningkatkan kinerja senjata rudal dari Rusia dan Korea Utara. Selain itu, pihaknya juga mengaku memiliki berbagai pilihan yang memungkinkan untuk menyerang balik Arab Saudi yang sejak 2015 menggempur mereka.
"Kami telah mengembangkan rudal buatan Rusia dan Korea Utara, bukan dari Iran. Dan kami juga memproduksi senjata rudal tersebut," kata Mohammed Ali Al-Huthi, ketua komite tinggi revolusi Huthi dikutip dari laman Middle East Monitor, Selasa (3/4).
"Jika musuh terus menyerang kota-kota kami dan mengepung serta menyerang rakyat kami, maka kami berjanji bahwa mereka harus menghadapi balasan yang lebih besar dari yang sebelumnya mereka hadapi," tambahnya.
Beberapa kali rudal Huthi ditembakkan ke arah Saudi hingga membuat Negeri Petro Dolar itu merasa terancam. November lalu rudal Huthi ditembakkan ke Ibu Kota Riyadh hingga membuat militer Saudi harus mencegatnya dengan melepaskan rudal.
Siapa sesungguhnya pemberontak Huthi yang cukup merepotkan Saudi dan sulit ditaklukan itu?
Pemberontak Syiah Huthi di Yaman meraih momentumnya pada Agustus 2014 ketika ribuan pendukung mereka turun ke jalan di Ibu Kota Sanaa mendesak pemerintahan Abdurrabbuh Mansur Hadi mundur.
Pemimpin kelompok Huthi Abdulmalik al-Huthi menuntut pemerintah mengembalikan subsidi bahan bakar yang dicabut pada Juli 2014. Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan itu maka dia mengancam akan mengambil tindakan.

Anak dan perempuan Yaman dukung Houthi ©REUTERS/Khaled Abdullah
Tak hanya itu Huthi juga meminta susunan pemerintahan Yaman mewakili kelompok partai politik dan aktivis yang ada setelah digelar Konferensi Dialog Nasional usai Musim Semi Arab pada 2011.
"Pemerintahan ini adalah pemerintahan boneka yang dipengaruhi kekuatan luar yang tidak adil terhadap tuntutan rakyat," ujar Huthi dalam pidatonya merujuk Amerika Serikat sebagai kekuatan luar itu.
Gerakan berlatar ideologi
Menurut Ahmad Addaghashi, profesor di Universitas Sanaa penulis dua buku tentang Huthi, pemberontak Huthi yang dikenal sebagai Pejuang Allah awalnya merupakan gerakan berlatar teologi yang mendukung toleransi dan perdamaian pada 1990-an.
Gerakan Huthi di masa-masa awal lebih berperan di sektor pendidikan dan budaya. Kelompok ini (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya