Sejarah Demonstrasi, dari Awal hingga yang Terbesar
Merdeka.com - Ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah berkumpul di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pekan lalu. Mereka menyatukan suara agar pemerintah menggagalkan pengesahan RKUHP dan revisi undang-undang KPK.
Aksi serupa dilanjutkan pada hari ini, Senin (30/9). Selain RUU KPK dan RKUHP, ada sejumlah revisi undang-undang yang juga tidak disetujui, seperti UU Ketenagakerjaan dan revisi UU Pertanahan.
Aksi demo mahasiswa tahun ini seolah membangkitkan memori lama tentang kerusuhan '98. Saat itu, mahasiswa mengepung gedung DPR RI, menuntut adanya reformasi. Agenda mahasiswa kala itu jelas, meminta Presiden Soeharto turun tahta.
Selain di Indonesia, sejumlah protes di negara lain pun turut terjadi tahun ini.
Tak jauh dari Indonesia, mahasiswa Hong Kong pun tengah berjuang menyuarakan tuntutan. Di Hong Kong, pergerakan dimulai lebih dulu. Sejak Juni lalu, Mahasiswa menjadi pelopor gerakan pro-demokrasi dan penolakan RUU ekstradisi.
Jika RUU ekstradisi disahkan, warga Hong Kong dapat dibawa ke pengadilan China daratan. Hong Kong enggan menerima aturan tersebut karena hukum pengadilan China dinilai tidak jelas. Tidak ada yang dapat memastikan bahwa hukuman akan berjalan adil.
Di belahan dunia lain, Greta Thunberg menginspirasi banyak pemuda di seluruh dunia untuk menggelar aksi protes tentang perubahan iklim.
Mengulik sejarah, mana saja demo besar yang pernah terjadi di dunia?
Awal sejarah demo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKembali pada abad ke-13, banyak orang di Inggris menjadi budak kekuasaan feodal. Kala itu, para baron (bangsawan) melancarkan aksi pemberontakan terhadap Raja John. Pemberontakan itu mengawali terbentuknya Magna Carta.
Magna Carta merupakan piagam yang dikeluarkan Inggris. Dalam piagam itu terdapat sejumlah poin, salah satunya menyebutkan bahwa kekuasaan raja harus dibatasi. Piagam tersebut juga menekankan, Hak Asasi Manusia (HAM) lebih penting dari kekuasaan, politik, dan hukum.
"(Magna Carta) adalah pondasi kebebasan individu untuk melawan otoritas yang sewenang-wenang," Lord Denning, seorang Hakim yang berpengaruh di abad ke-20 menanggapi soal pentingnya Magna Carta, seperti dikutip dari BBC.
Revolusi Prancis
Prinsip Libert, galit, fraternit (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan) yang diperjuangkan para pelopor revolusi Prancis, disebut sebagai titik balik demokrasi dan kebebasan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi patokan demokrasi yang ideal di seluruh Eropa, hingga meluas ke seluruh dunia.
Revolusi Prancis dikenal pula dengan Pemerintahan Teror. Perlawanan digerakkan untuk mengeksekusi anggota orde lama. Negara lain di Eropa kemudian mengubah prinsip-prinsip kekuasaan mereka karena takut digulingkan oleh warga, sebagaimana terjadi di Prancis.
Demo Terbesar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDemo hak sipil masyarakat kulit hitam AS
Tahun 1960, perjuangan yang menuntut hak bagi warga Afrika-Amerika dimulai. Aksi protes didasari ketimpangan antara ras kulit putih dan kulit hitam.
Pasca Perang Sipil AS, jutaan orang dibebaskan dari perbudakan. Namun satu abad setelah perang berakhir, orang Afrika-Amerika di beberapa negara bagian AS masih kehilangan hak dasarnya.
Diskriminasi orang kulit hitam terjadi dalam berbagai aspek, mulai dari pekerjaan, kawasan tempat tinggal, perlakuan hukum, hingga hak untuk memilih. Aksi yang memperjuangkan kesetaraan ras ini kemudian mengilhami gerakan serupa di Irlandia Utara.
Demo Tolak Perang Vietnam
25 Maret 1967, Martin Luther King memimpin aksi demo untuk menolak Perang Vietnam. King dan sekitar 5.000 massa membanjiri jalan raya Chicago, Amerika Serikat. Mereka mengecam pemerintah AS yang mengirimkan 3.500 pasukannya untuk terlibat Perang Vietnam.
Melalui orasinya, King menyebut langkah yang diambil Presiden Lyndon B. Johnson saat itu merupakan penghinaan terhadap warganya. King beralasan, pengiriman pasukan militer AS ke medan perang hanya akan menambah korban jiwa.
Demo tolak Perang Irak
15 Februari 2003, jutaan pengunjuk rasa memenuhi St. John Lateran, Italia, menolak adanya Perang Irak. Dikabarkan, jumlah demonstran mencapai tiga juta orang.
Aksi demo ini bahkan tercatat dalam Guinness World Records sebagai unjuk rasa anti perang terbesar dalam sejarah.
Di hari yang sama, unjuk rasa tolak Perang Irak juga digelar di hampir 600 kota di dunia. BBC mencatat, sebanyak 1,3 juta orang di Barcelona, Spanyol kompak turun ke jalan untuk menyuarakan hal senada. Sementara, antara 750.000 dan dua juta demonstran melakukan aksinya di London.
Dalam skala global, dikabarkan sebanyak enam hingga 10 juta orang menggelar protes penolakan Perang Irak.
Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya