Sebut Islam benci AS, Donald Trump didesak minta maaf
Merdeka.com - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump didesak minta maaf atas komentarnya tentang Islam dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN kemarin.
Dalam wawancara dengan wartawan Andersoon Cooper itu, Trump mengatakan Islam benci Amerika.
"Saya pikir Islam benci Amerika. Kita harus pahami betul. Ada kebencian luar biasa terhadap kita," kata pengusaha properti berusia 70 tahun itu, seperti dilansir koran the DAily Mail, Kamis (10/3).
Pernyataan itu kontan mengundang kecaman dari Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) dan mereka menuntut Trump meminta maaf.
"Pernyataan Donald Trump yang antimuslim itu tidak mencerminkan kepemimpinan tapi justru memperlihatkan cara berpikir fanatik yang bisa memecah belah bangsa kita dan dunia," kata Nihad Awad, direktur eksekutif CAIR.
Ketika ditanya apakah yang dimaksud Trump adalah seluruh muslim di dunia, dia menjawab "Yang saya maksud banyak di antara mereka."
"Saya beritahu Anda: Sedang terjadi sesuatu yang barangkali tidak Anda tahu," kata dia. "Ada kebencian luar biasa. Dan saya akan berkukuh dengan apa yang saya katakan kepada Anderson Cooper."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya