Sebelum jatuh di Alpen, pilot Germanwings teriak 'emergency'
Merdeka.com - Pesawat maskapai murah Germanwings 4U9525 diduga kuat jatuh di Pegunungan Alpen, Prancis, Selasa (24/3) pukul 11.20 waktu setempat. Pesawat Airbus A320 berusia 24 tahun itu membawa 144 penumpang dan enam kru.
The Guardian melaporkan pilot sudah melaporkan kepada menara pengawas kalau pesawatnya mengalami cuaca aneh. Sumber di Otoritas Penerbangan Prancis (DGAC) mengatakan muncul rekaman pilot sebelum jatuh.
"Pilot memanggil emergency, emergency, tidak mengatakan mayday call atay 7700 squawk," kata wartawan John Walton yang memperoleh informasi itu dari akun Twitter-nya.
Saat terakhir kontak dengan menara pengawas, pesawat nahas itu berada di ketinggian 1.524 kilometer. Badan Metereologi Prancis mengatakan cuaca Alpen pada saat kejadian relatif normal. Namun dipastikan ada kondisi udara 'abnormal'. Alhasil, pesawat menukik tajam ke ketinggian 200 kilometer, kemudian hilang dari radar.

Helikopter dilaporkan sudah mencapai lokasi jatuhnya pesawat yang merupakan milik anak usaha Lufthansa itu. Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazzeneuve mengatakan puing-puing pesawat sudah terlihat oleh tim awal yang menyisir area pegunungan bersalju tersebut.
Presiden Asosiasi Pariwisata Alpen Gilles Gravier menyatakan timnya ikut membantu mencari Germanwings. mereka sudah mendapatkan dugaan lokasi jatuhnya Germanwings. "Tetapi lokasi ini sangat sulit dijangkau," tuturnya.
Presiden Prancis Francois Hollande khawatir seluruh penumpang dan kru tidak selamat. "Kecelakaan ini terjadi di zona yang sangat sulit diakses," ungkapnya dalam pidato kenegaraan.
Mayoritas penumpang berkewarganegaraan Spanyol. Pesawat itu terbang dari Kota Barcelona menuju Dusseldorf di Jerman. Raja Spanyol Felipe VI bersama ratu sudah menuju ke Prancis untuk memantau evakuasi. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya