Sebelah Mata Salman Rushdie Buta Setelah Ditikam di New York
Merdeka.com - Sebelah mata penulis Salman Rushdie buta dan satu tangannya lumpuh setelah diserang di New York pada 12 Agustus lalu. Rushdie diserang saat menghadairi festival literasi.
Agen Rushdie, Andrew Wylie mengatakan kepada koran Spanyol El Pais, Rushdie mengalami serangan "brutal" yang menyebabkan dia mengalami luka dalam.
"Dia kehilangan penglihatan sebelah matanya. Dia ada tiga luka parah di leher. Satu tangannya lumpuh karena saraf di lengannya putus. Dan dia ada sekitar 15 luka lagi di dada dan torsonya," jelas Wylie, dikutip dari Al Jazeera, Senin (24/10).
Wylie mengatakan dia tidak bisa menyampaikan di mana keberadaan Rushdie saat ini, apakah dia masih di rumah sakit atau di tempat lain.
"Dia akan tetap hidup. Itu hal terpenting," ujarnya.
Rusdhie mendapat beberapa ancaman pembunuhan setelah bukunya berjudul Ayat-Ayat Setan terbit pada 1988.
Serangan pada 12 Agustus 2022 di Chautauqua Institution, negara bagian New York, Amerika Serikat itu terjadi 33 tahun setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa yang menyerukan pembunuhan Rushdie karena buku Ayat-Ayat Setan.
Buku tersebut dinilai menistakan Nabi Muhammad. Setelah fatwa Khomeini, Rushdie yang berasal dari India, bersembunyi sembilan tahun di bawah perlindungan polisi Inggris.
Iran membantah terlibat dalam serangan dua bulan lalu itu.
Pelaku penyerangan, Hadi Matar (24), didakwa dengan upaya pembunuhan tingkat dua. Dia ditahan tanpa jaminan di penjara New York barat.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya