Sebar Hoaks Soal Corona, Warga Zimbabwe Terancam 20 Tahun Penjara
Merdeka.com - Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengancam pembuat informasi hoaks tentang corona yang mengatasnamakan dirinya dengan hukuman 20 tahun penjara. Pekan lalu beredar pernyataan yang mengatakan karantina wilayah (lockdown) untuk membendung wabah Virus Corona baru diperpanjang.
Mnangagwa, yang berbicara di ladangnya setelah berkeliling Kota Gweru di Zimbabwe tengah, mengatakan kepada stasiun televisi ZBC hari Selasa bahwa pernyataan yang beredar di media sosial pekan lalu adalah palsu. Pemerintah juga sudah membantahnya.
"Itu benar-benar omong kosong, saya tidak pernah membuat pernyataan seperti itu," kata Mnangagwa seperti dikutip dari Aljazeera, Jumat (16/4).
"Jika kita menangkap orang ini, itu harus menjadi contoh dan mereka harus masuk setidaknya pada level 14, yang merupakan penjara 20 tahun. Saya pikir kita perlu menunjukkan bahwa kita tidak ingin berita palsu diedarkan."
Mnangagwa mengumumkan lockdown 21 hari pada 30 Maret, dalam upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19.
Semua warga negara diperintahkan untuk tinggal di rumah, kecuali untuk aktivitas penting yang terkait antara lain dengan layanan kesehatan atau membeli makanan.
Pihak berwenang di Zimbabwe telah mengkonfirmasi tiga kematian dan 17 kasus COVID-19 sejauh ini, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Juru bicara kepolisian nasional Paul Nyathi mengatakan lebih dari 5.000 orang telah ditangkap karena meninggalkan rumah mereka tanpa izin.
Mnangagwa mengatakan kabinetnya akan bertemu pekan ini untuk memutuskan apakah akan mengakhiri, menyesuaikan atau memperpanjang lockdown 21 hari.
Reporter: Tanti Yulianingsih
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya