Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saudi tuduh Myanmar basmi muslim Rohingya

Saudi tuduh Myanmar basmi muslim Rohingya Unjuk rasa memprotes pembantaian muslim Rohingya berlangsung di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, jakarta Pusat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Merdeka.com - Arab Saudi menuduh Myanmar yang berpenduduk mayoritas Buddha membasmi etnis minoritas muslim Rohingya.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (7/8), kabinet Saudi berkampanye mengutuk serangan brutal tentara junta terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Arakan. Riyadh menyebut Yangon telah melanggar hak asasi karena tidak mengakui dan memaksa mereka meninggalkan negara itu.

Ketua Parlemen Saudi Ali al-Salim al-Dekbasi mengatakan kekerasan dialami muslim Rohingya sebagai pembersihan etnis. "Ribuan muslim di sana menghadapi pembantai, genosida, dan pembersihan etnis. Saya menyerukan seluruh pemimpin negara Islam campur tangan dalam insiden ini," katanya.

Debaksi mendesak pemerintah Myanmar segera menangkap orang-orang terlibat dalam pembantaian, pemerkosaan, dan pengusiran muslim Rohingya. Dia menegaskan mereka harus diseret ke Pengadilan Internasional.

Muslim Rohingya menjadi etnis paling menyedihkan di dunia. Jumlah mereka hanya 800 ribu dan hidup tanpa kewarganegaraan. Myanmar mengatakan mereka imigran gelap dari Bangladesh, namun negara tetangga itu menolak menampung pengungsi Rohingya.

Pertumpahan darah terjadi di Arakan sejak Juni lalu. Berdasarkan catatan pemerintah Myanmar, sebanyak 78 warga Rohingya tewas serta 90 ribu penduduk minoritas itu kehilangan rumah dan harus hidup di penampungan. Dari data tidak resmi, korban terbunuh hampir pasti mencapai 650 jiwa. Beberapa sumber bahkan menyebut ribuan muslim Rohingya meninggal selama dua bulan terakhir. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP