Saudi, Mesir dan Israel diduga kerja sama buat serang Gaza
Merdeka.com - Perang di Gaza direncanakan dan diatur oleh Israel, Saudi dan Mesir. Ini menurut sebuah laporan dari situs DEBKA kemarin.
"Raja Arab Saudi Abdullah, Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi dan PM Israel Benjamin Netanyahu, berada dalam komunikasi konstan terkait kemajuan perang dan membahas pada langkah berikutnya. Sumber kami mengungkapkan komunikasi sehari-hari, dan kadang-kadang lebih, antara Raja Abdullah dan Presiden Sisi melalui saluran telepon yang aman," kata situs itu, seperti dilansir situs Middle East Monitor, Sabtu (26/7).
DEBKA, yang diduga memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Israel, mengatakan para pemimpin dunia itu berusaha keras untuk memastikan aliansi mereka tetap tidak diketahui mengingat sensitivitas politik dan agama dari hubungan ketiganya.
Takut jika saluran telepon aman mereka disadap, maka ketiganya akan lebih memilih untuk mengirim misi rahasia dengan mengunjungi satu sama lainnya dan mendiskusikan konflik sedang berlangsung.
"Israel tetap menempatkan sebuah pesawat khusus yang diparkir di bandara militer Kairo yang siap untuk lepas landas setiap kali pesan rahasia antara Al-Sisi dan Netanyahu perlu disampaikan dengan tangan. Jarak antara Kairo dan Tel Aviv dapat dijangkau dalam waktu kurang dari satu jam setengah," jelas DEBKA.
Sejak awal operasi Israel yang mereka juluki sebagai "Operasi Pelindung Tepi", Israel dikabarkan telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya, di mana sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua. Ini menurut Departemen Kesehatan Palestina. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya