Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu polisi ikut tewas dalam insiden serangan di parlemen Inggris

Satu polisi ikut tewas dalam insiden serangan di parlemen Inggris Gedung parlemen Inggris diserang. ©2017 PA

Merdeka.com - Lima orang, termasuk pelaku penyerangan, tewas akibat serangan di depan parlemen Inggris, atau dikenal sebagai Palace of Westminster. Salah satu korban tewas merupakan polisi yang berjaga di depan gedung parlemen Inggris tewas bernama Constable Keith Palmer (48).

Keith Palmer tewas setelah ditikam oleh salah satu pelaku. Ia diduga tak memenang senjata saat terjadi penyerangan.

Dua dari tiga rekan Keith Palmer bahkan dalam kondisi kritis saat berusaha menolongnya. Pelaku penikam sendiri tewas usai ditembak rekan Keith Palmer.

Wali Kota London Sadiq Khan memuji aksi heroik Keith Palmer. Sadiq Khan mengatakan, tindakan dilakukan Keith Palmer sebagai pemberani.

"Keith Palmer tewas saat berani melakukan tugasnya melindungi kota dan jantung demokrasi kita dari orang-orang yang ingin menghancurkan cara hidup kita," kata Sadiq Khan seperti dilansir news.com.au, Kamis (23/3).

Sementara, polisi Metropolitan London Komisaris Mark Rowley menduga pelaku penyerangan telah terinspirasi oleh terorisme internasional. Pihaknya mengaku mengetahui identitas penyerang namun demikian dia menolak untuk memberikan rincian.

Rowley mengatakan penyerangan dimulai ketika mobil itu melewati Westminster Bridge, memukul dan melukai sejumlah warga sipil dan tiga polisi.

"Mobil itu kemudian menabrak pagar luar parlemen di mana seorang pria bersenjata dengan pisau melanjutkan serangan dan mencoba untuk memasuki gedung," katanya.

Dia mengatakan, penyerang ditembak mati setelah menikam seorang polisi hingga mati. Tiga korban lainnya di antara mereka ditabrak mobil.

Banyak orang tergeletak di tanah, beberapa pendarahan berat dan tampak tidak sadar, setelah serangan.

"Teroris memilih untuk menyerang di jantung ibu kota kami, di mana orang-orang dari semua bangsa, agama dan budaya datang bersama-sama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan kebebasan berbicara," kata Perdana Menteri Theresa Mei.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP