Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu pelaku teror Paris dikhawatirkan belum tertangkap

Satu pelaku teror Paris dikhawatirkan belum tertangkap Suasana teror di Paris setelah serangan beruntun. ©Reuters

Merdeka.com - Mark Colclough, saksi mata tragedi serangan beruntun di Ibu Kota Paris, Prancis, tadi malam masih ingat betul sosok salah satu pelaku. Teroris itu memakai pakaian serba hitam, menutup wajah, bersenjata lengkap, memakai baju rompi mirip SWAT, serta celana kargo hitam.

Mark bersama sobatnya sedang bersantai dekat cafe di Rue de La Fointaine. Lalu sosok serba hitam itu merangsek masuk bar di seberang jalan tempatnya nongkrong.

Seperti dilansir the Guardian, Sabtu (14/11), pelaku sangat profesional dalam menembak. Pelaku bertangan kidal, menembak tepat di kepala setiap korbannya tanpa menyia-nyiakan peluru.

"Tiga atau empat kali tembakan dan semuanya fatal," kata Mark.

"Bayangkan sosoknya seperti tentara profesional. Memakai baju serba hitam, begitu pula sepatunya, dan menenteng senapan mesin," imbuh warga negara Inggris ini.

Mark termasuk saksi yang dipanggil Kepolisian Paris untuk menceritakan kronologi serangan di Rue de La Fointaine. Ada enam lokasi lainnya di Ibu Kota Prancis yang mengalami teror serupa, dengan korban jiwa lebih banyak. Lokasi paling parah diserang adalah Gedung Konser Bataclan, yang mana di sana 112 orang tewas karena diberondong senapan disusul aksi tiga pelaku meledakkan diri.

Mark mengaku takut karena polisi mengatakan penembak di Rue de La Fointaine tidak termasuk delapan tersangka teror yang sudah dinyatakan tewas.

"Mereka mengatakan kemungkinan penembak yang saya lihat belum diringkus. Polisi mengingatkan saya agar tidak berada di luar rumah tanpa alasan," tuturnya.

Jam malam diberlakukan di Paris karena situasi dinyatakan siaga satu. Perbatasan darat-laut-udara diperketat untuk mengantisipasi sebagian pelaku kabur.

Situasi Paris, pagi ini waktu setempat, masih mencekam. Jaringan kereta bawah tanah Metro belum beroperasi.

Diperkirakan ada 1.500 personel keamanan diterjunkan. Serangan beruntun tadi malam adalah yang paling mematikan di Prancis sejak Perang Dunia ke-2.

Data terakhir pemerintah Negeri Anggur menyatakan setidaknya 158 orang tewas dan 80 cedera parah. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP