Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saling serang Indonesia-Aussie akibat isu hakim Bali Nine korup

Saling serang Indonesia-Aussie akibat isu hakim Bali Nine korup Terpidana mati Bali Nine. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Australia terus berupaya menjegal pelaksanaan eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, warganya yang populer dengan sebutan Bali Nine. Ketika tanggal eksekusi dipastikan 29 April dini hari, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyatakan peradilan Indonesia cacat.

Dia menuntut Komisi Yudisial memeriksa pelanggaran yang dilakukan majelis hakim PN Denpasar saat memvonis Bali Nine pada 14 Februari 2006.

"(Indikasi suap) ini menggarisbawahi mengapa kami terus meminta Indonesia membiarkan Komisi Yudisial menyelesaikannya," kata Bishop di Ibu Kota Canberra kemarin.

Presiden Joko Widodo balik menyerang Australia. Jika memang ada fakta seperti itu, upaya hukum harusnya dilakukan jauh-jauh hari. Bukan jelang eksekusi kedua terpidana dengan niat terkesan sekadar menunda-nunda.

"Ya jawaban saya, kenapa tidak disampaikan dulu saat peristiwa itu terjadi. Misalnya lho ya," kata Jokowi setiba di Tanah Air setelah lawatan dari Malaysia.

Isu suap ini mencuat pertama kali akibat pernyataan pengacara Bali Nine bernama Muhammad Rifan. Ketika kliennya dihukum mati, dia sempat ditawari majelis kemungkinan mengurangi hukuman dengan imbalan uang. Kesepakatan itu akhirnya batal lantaran hakim memberitahu dia, pejabat pemerintah di Jakarta meminta Duo Bali Nine itu tetap dihukum mati.

Para hakim itu, kata Rifan, kemudian meminta uang suap lebih besar untuk meringankan hukuman Duo Bali Nine. Namun Rifan mengatakan dia tidak memiliki uang sebanyak itu.

Tuduhan dari Rifan ini diungkap oleh kantor berita (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP