Salah jatuhkan bom, jet tempur AS tewaskan 56 warga sipil Suriah
Merdeka.com - Serangan jet tempur Amerika Serikat awal pekan ini di Suriah menewaskan 56 warga sipil. Serangan fatal itu terjadi di Kota Manbij, kawasan utara Suriah yang diklaim menjadi markas militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Data serangan ini disampaikan lembaga pemantau hak asasi manusia berbasis di Inggris. Pemboman ini menewaskan pula 11 anak-anak, seperti dilansir TeleSur, Rabu (20/7).
Serangan udara ini dilakukan Amerika Serikat atas permintaan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang berupaya menggulingkan Presiden Basyar al-Assad. SDF beberapa bulan lalu berhasil merebut wilayah dari ISIS. Namun kawasan Manbij masih dipenuhi banyak faksi, mulai dari pasukan SDF, tentara Kurdi, ISIS, serta warga sipil di pinggiran kota yang mencoba kabur.
Pilot jet tempur diduga keliru mengidentifikasi ratusan warga sipil yang kabur sebagai pasukan ISIS. Lembaga pemantau HAM memperkirakan 160 warga sipil Manbij tewas akibat seluruh kekuatan tempur di Suriah bertikai di kawasan itu sejak Mei lalu.
Juru bicara Koalisi Militer AS, Kolonel Chris Garver, membantah pilotnya sengaja membom rakyat sipil. Dia mengakui ada warga sipil tewas, namun data jumlahnya masih harus diverifikasi. "Kami berusaha sangat berhati-hati saat menetapkan sasaran serangan udara," kata Garver.
Dewan HAM PBB mengingatkan semua pihak, terutama koalisi militer Barat, agar menghormati serta melindungi warga sipil di Suriah. Dilaporkan ada 70 ribu warga sipil terjebak di sekitar Manbij, terutama kawasan Distrik Hazawneh, selama peperangan berkecamuk.
"Sudah banyak laporan keluarga (di Manbij) tak memiliki lagi lahan untuk menguburkan sanak saudaranya yang tewas. Mereka tewas justru saat hendak menyelamatkan diri dari peperangan," kata Zeid Ra'ad Al Hussein, Kepala Komisi HAM PBB.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya