Salah dengar pertanyaan ustaz, remaja ini dipaksa potong tangan
Merdeka.com - Seorang remaja 15 tahun di Pakistan pekan lalu nekat memotong tangannya akibat salah mendengar pertanyaan guru saat pengajian. Remaja bernama Mohammad Anwar ini mengikuti khotbah diampu ustaz terpandang bernama Shabbir Ahmed.
Ustaz Ahmed meminta para santri mengangkat tangan, jika mereka tidak merasa mencintai Nabi Muhammad. Nahas, Anwar justru mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
Diduga, Anwar salah mendengar jelas pertanyaan yang disampaikan, tapi sang ustaz tetap menuduhnya telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Akibatnya, Anwar diminta bertanggung jawab dengan memotong tangannya dan mempersembahkannya di sebuah piring kepada sang ustaz, kata Kepala Kepolisian Punjab Nauhser Ali, seperti dikutip dari Newsweek Pakistan, Rabu (20/1).
Insiden ini terjadi di desa Hujra Shah Muqeem, Provinsi Punjab, Pakistan. Akibat tidak adanya laporan ke polisi, maka sang pemuka agama tidak ditangkap. Keluarga Anwar justru bangga karena anaknya bertanggung jawab setelah tak sengaja menghina nabi.
Tapi ketika kabar potong tangan ini sampai kepada polisi, Ustaz Ahmed segera dicokok. Sang ustaz dianggap melakukan hasutan kebencian yang memicu kekerasan.
Penghinaan terhadap agama merupakan isu sensitif di Pakistan. Seringkali penganut Islam garis keras di negara pecahan India itu main hakim sendiri menyiksa tertuduh penghina agama, kendati tak cukup bukti.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya