Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Salah cari musuh, ISIS dihajar Yordania lalu giliran dibantai Mesir

Salah cari musuh, ISIS dihajar Yordania lalu giliran dibantai Mesir Jet tempur Mesir gempur markas ISIS di Kota Derna, Libya. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) seakan tak puas cari gara-gara. Setelah awal bulan ini markas para pejuang khilafah di Suriah dibombardir jet tempur Yordania, sejak kemarin (16/2) giliran cabang mereka di Libya diobrak-abrik pasukan Mesir.

Serangan udara masif ini dipicu video ISIS memenggal 21 sandera warga negara Mesir beragama Kristen Koptik. The Guardian melaporkan, Selasa (17/2), Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi dalam pidato di televisi bersumpah menghancurkan ISIS cabang Afrika Utara yang baru terbentuk tahun lalu itu.

Serangan difokuskan ke kawasan Derna. Di sana bercokol markas, gudang senjata, serta tempat latihan para militan bekas Al Qaidah yang berbaiat pada ISIS.

Pemerintah Libya mempersilakan jet tempur Mesir masuk wilayahnya menghabisi para pejuang khilafah. "Sudah delapan serangan udara dilakukan sejak 12 jam terakhir. Diperkirakan lebih dari 50 militan tewas," kata juru bicara pemerintah Libya, Muhammad Azazza.

mesir gempur isis di libya

Presiden al-Sisi menetapkan masa berkabung nasional tujuh hari. Walau umat Kristen Koptik cuma warga minoritas di Mesir, dia menilai ulah para militan yang menculik para korban di perbatasan sangat keterlaluan. Bila dibiarkan, stabilitas Afrika Utara bisa kacau balau.

"Kami akan menghabisi para kriminal yang tidak beradab itu," kata al-Sisi.

Selain membuka pintu bagi Mesir menggelar operasi militer, pasukan Libya juga ikut terlibat menyapu wilayah darat. Negeri Piramida itu sebelumnya tidak terlalu terlibat konfrontasi dengan ISIS.

isis bantai 21 umat kristen koptik di libya

Puluhan sandera itu diculik di perbatasan Sirte antara Desember 2014-Januari 2015. Tanpa pemberitahuan maupun negosiasi, militan ISIS memenggal mereka. Video aksi keji tersebut diunggah akhir pekan lalu.

Korban jiwa dari pihak ISIS cabang Libya bisa meningkat. Sama seperti Raja Abdullah II dari Yordania yang bekas tentara, Presiden al-Sisi adalah petinggi militer sebelum naik ke tampuk jabatan.

Karena Mesir kini all out menyerang, artinya para militan diserang dari dua front. Khilafah kontroversial ini terancam (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP