Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saksi serangan di Paris bilang pelaku teriak 'ini untuk Suriah!'

Saksi serangan di Paris bilang pelaku teriak 'ini untuk Suriah!' Kasus penembakan di prancis. ©2015 REUTERS/Philippe Wojazer

Merdeka.com - Ibu Kota Prancis, Paris, tadi malam (13/11) mengalami teror beruntun di tujuh lokasi berbeda. Ketika dua bom bunuh diri meledak di Stadion Stade de France, insiden lain terjadi bersamaan pada sebuah konser musik.

Setidaknya tiga orang diketahui menyerbu Gedung Bataclan yang sedang menggelar konser. Pelaku juga memberondong kerumunan 1.000 penonton selama nyaris 15 menit. Di lokasi ini, jatuh korban tewas paling banyak. Gedung Bataclan jaraknya sangat dekat dengan Kantor Redaksi Charlie Hebdo yang Januari lalu diserang kelompok militan.

Kantor berita AFP melaporkan, Sabtu (14/11), salah satu korban yang selamat dari penembakan, membeberkan identifikasi pelaku. Perempuan itu tidak menjelaskan bagaimana ciri-ciri fisik tiga lelaki bersenjatakan AK-47 itu, namun para pelaku berkali-kali berteriak dalam Bahasa Prancis, "Ini untuk Suriah, ini untuk Suriah!"

Kesaksikan ini belum bisa dikonfirmasi pada aparat Prancis. Sedangkan di jejaring sosial, tim pemantau terorisme berbasis di Amerika Serikat, SITE, mengatakan jaringan akun pendukung ISIS merayakan kabar serangan di Paris tadi malam. Belum ada kelompok teror yang mengaku bertanggung jawab atas serangan beruntun di Paris. Sejauh ini, polisi Prancis mengatakan total pelaku insiden beruntun itu adalah 6 orang.

Polisi Prancis mengatakan kasus penyanderaan di Bataclan berhasil dituntaskan. Tiga pelaku tewas, tapi belum diketahui apakah ada pelaku lainnya yang masih bebas. Ciri-ciri pelaku tidak diumumkan pada pers. Korban tewas insiden Bataclan mencapai 100 orang, sedangkan dari penembakan di lokasi lain ditambah bom bunuh diri, korban tewas 53 orang.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP