Sahabat Prabowo ini ajak anak muda lawan ISIS di KAA
Merdeka.com - Dalam sesi penyampaian pidato negara-negara Asia Afrika, Raja Jordania, Abdullah II, mengajak generasi muda di dunia untuk melawan adanya radikalisasi. Hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk menciptakan perdamaian dunia.
"Inilah saatnya kita bersatu untuk memperkuat keamanan rakyat kita, mari kita berikan kesempatan bagi generasi muda dengan melawan radikalisme demi terbentuknya masyarakat yang damai," ujarnya di gedung Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (22/4).
Yordania adalah negara yang awal tahun ini aktif menggempur basis-basis ISIS. Pemicunya adalah pembakaran pilot tempur Yordania. Raja Abdullah II memimpin langsung serbuan ke Suriah itu. Pengalaman buruk dengan ISIS ini membuatnya mengecam militan khilafah itu sebagai khawarij.
"Di masa sekarang, muslim dan non-Muslim, melawan kekuatan jahat, melawan Khawarij, begundal, yang telah mencoreng Islam dengan ideologi sesat mereka," kecamnya.
Abdullah yang pernah menjadi prajurit pasukan khusus adalah sahabat pendiri Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dialah yang menampung mantan Danjen Kopassus ini di Amman, ketika kisruh politik 1998 menyingkirkan Prabowo dari panggung politik.
Menurut Abdullah, Indonesia merupakan salah satu contoh negara muslim demokratis yang menerapkan ajaran Islam untuk memiliki sikap saling menghargai antar sesama manusia. Sikap inilah yang membuat negara Islam yang sebelumnya dipandang sebelah mata, menjadi perhatian dunia.
"Hari ini kita berdiri disini, di Indonesia, Negara Islam yang demokratis, merupakan contoh ajaran Islam yang ideal. Karena Islam mengajarkan penghargaan pada derajat manusia, persamaan hak dan kita melihatnya di sini," imbuh Abdullah.
Selain melawan radikalisme, Abdullah juga mengingatkan pentingnya memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai tujuan dari Konferensi Asia Afrika (KAA) sejak 60 tahun lalu, yang hingga saat ini belum tercapai.
"60 tahun lalu di Bandung, kita menyatakan dukungan atas kemerdekaan Palestina. Siapa sangka sampai saat ini, misi kita itu masih belum tercapai. Karena itu pada saat inilah kita harus meningkatkan dukungan kita untuk para saudara kita di Palestina untuk mencapai misinya menjadi Negara yang memiliki harkat, martabat dan kemerdekaan," jelas Abdullah. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya