Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat tewas, dubes Palestina untuk Praha pegang bahan peledak

Saat tewas, dubes Palestina untuk Praha pegang bahan peledak Jamal al-Jamal. timesofisrael.com

Merdeka.com - Duta besar Palestina untuk Ceko yang meninggal akibat ledakan di kediamannya pada awal tahun ini diketahui saat itu sedang memegang bahan peledak di tangannya ketika benda itu meledak.

"Sebuah ledakan percobaan yang dilakukan oleh pakar menegaskan teori ini," kata Juru bicara polisi Praha, Andrea Zoulova, kemarin dan menyangkal pernyataan sebelumnya bahwa ledakan itu disebabkan oleh sebuah brankas keamanan, seperti dilansir situs the Times of Israel, Senin (31/3).

Jamal al-Jamal, 56 tahun, meninggal di sebuah rumah sakit pada 1 Januari lalu mengikuti insiden ledakan usai dia membuka sebuah brankas, hanya tiga bulan setelah dia mengambil posisinya sebagai duta besar.

"Bahan peledak itu tidak diletakkan di pintu atau di dalam brankas, dan juga tidak ada di situ untuk melindungi brankas," ujar Zoulova. Dia menjelaskan penyelidikan masih berlangsung.

Zoulova mengatakan bahwa 'salah penanganan' tetap menjadi pilihan paling mungkin.

"Ada sebuah pertanyaan, apakah dia tahu dengan apa yang dia pegang," ucap dia.

Setelah insiden itu, polisi menemukan 12 senjata di Kedutaan Besar Palestina di Praha, termasuk senapan mesin dan pistol tidak terdaftar secara resmi di Republik Ceko.

Media lokal mengatakan senjata itu diproduksi saat masa pemerintahan Cekoslowakia dan diberikan kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), sebelum komunisme runtuh di Cekoslowakia pada 1989.

Diplomat Palestina kemudian meminta maaf karena menyembunyikan senjata ilegal di kedutaan. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP