Saat Rusia gantikan AS jadi target serangan teror nomor satu
Merdeka.com - Teror bom yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah St.Petersburg, Rusia sungguh mengejutkan. Pasalnya, negara tersebut jarang menjadi pemberitaan sebagai target serangan teror selanjutnya.
Dilansir dari laman politico.com, Selasa (4/4), Rusia kini menjadi target nomor satu negara paling diincar kelompok teroris, seperti Al Qaidah, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), serta kelompok jihadis Sunni lainnya. Motivasi mereka menyerang Negeri Beruang Merah lantaran kekerasan dan ideologi Salafi puritan.
Pergeseran target dari Amerika Serikat menjadi Rusia juga dikarenakan gencarnya serangan Moskow ke Timur Tengah, termasuk meningkatnya intervensi mereka di Suriah. Selain itu, ada pula rencana intervensi ke Libya yang semakin membuat para kelompok jihadis ini ketar-ketir.
Kelompok teroris ISIS bahkan telah menyatakan perubahan target mereka lewat sebuah video berjudul 'Secepatnya Darah akan Tumpah seperti Samudera'. Dalam video itu, seorang militan ISIS mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung.
"Kalian akan mati dan kau akan menyesal Putin karena telah mengintervensi Suriah dan membuat aliansi dengan Basyar al-Assad, Iran dan kelompok teroris Libanon, Hizbullah," ujar militan tersebut.
Rusia memang menjadi kekuatan utama negara luar yang menopang rezim Assad. Aliansi politik Rusia dan Iran bahkan membuat Assad kembali berjaya di Suriah.
Tindakan Moskow tersebut menimbulkan kebencian di hati kaum militan. Karenanya militan ISIS sangat senang saat mengetahui kereta di Saint Petersburg Rusia kemarin diserang bom.
Mereka bahkan membagi-bagikan gambar foto orang yang terluka maupun terbunuh.
Insiden ini berlangsung setelah gelombang propaganda ISIS yang dilakukan para pendukungnya untuk menyerang Moskow. Salah satu propaganda itu memperlihatkan poster berwajah Putin menjadi sasaran tembak dalam sebuah latihan perang sekaligus memperlihatkan kejatuhan Kremlin serta pesan 'Kami akan membakar Rusia'.
Poster pendukung ISIS lainnya mengaitkan ledakan tersebut atas bekingan Rusia terhadap Presiden Suriah Basyar al-Assad, yang memerangi seluruh kelompok pemberontak, termasuk ISIS.
Sebanyak 14 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan itu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya