Rusia undang AS gabung diskusi damai untuk Suriah
Merdeka.com - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat mengundang bakal pemerintahan Trump untuk ikut pembicaraan damai Suriah. Undangan lewat telepon tersebut dilakukan pada Desember tahun lalu, pada hari yang sama dengan pemerintahan Obama mengumumkan sanksi pada Rusia.
Hal ini dibocorkan oleh juru bicara Trump.Sergey Kislyak, Dubes Rusia di AS, menyebutkan batas waktu undangan tersebut diperpanjang hingga akhir bulan ini. Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengonfirmasi adanya telepon dari Kislyak, namun tidak menjawab mengenai undangan itu.
Dilansir dari Telegraph, Sabtu (14/1), panggilan telepon dari dubes Rusia itu bertepatan dengan AS mengusir 35 diplomat Rusia, sebagai sanksi atas peretasan yang dilakukan saat pemilihan presiden.
Menurut Spicer, telepon Dubes Kislyak ditanggapi Penasihat Keamanan Nasional Presiden terpilih Donald Trump, Michael Flynn. Dia menambahkan, keduanya hanya berfokus pada mengatur panggilan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Donald Trump usai pelantikan.
"Mereka hanya bertukar informasi logistik tentang bagaimana memulai jadwal panggilan itu. Hanya seperti itu saja, polos dan sederhana," ujar Spicer.
Kedutaan Rusia sendiri menolak memberikan komentar khusus atas panggilan tersebut. Meski demikian, mereka menegaskan dubesnya akan menghadiri pelantikan Trump.
"Kedutaan tidak mengomentari beberapa kontak yang dilakukan dengan lawan bicara lokal," kata orang kedutaan Rusia.
"Menurut praktik dan protokol aturan, duta besar asing diundang untuk pelantikan presiden AS. Undangan untuk acara ditujukan pada Duta Besar Sergey Kislyak dan diterima dari Kementerian Luar Negeri. Tentu saja dubes kita akan berpartisipasi dalam acara tersebut," sambung mereka. (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya