Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia tuding pemberontak Suriah siapkan rekayasa serangan senjata kimia

Rusia tuding pemberontak Suriah siapkan rekayasa serangan senjata kimia white helmets. ©huffington Post

Merdeka.com - Militer Rusia mengatakan kelompok pemberontak Al-Nusra di Suriah membawa 20 kontainer berisi klorin ke sebuah desa di Provinsi Idlib, Suriah.

Militer Rusia menyatakan menerima informasi dari warga lokal tentang pemberontak Al-Nusra dan White Helmets (kelompok yang dituding pemberontak dengan kedok tim medis kemanusiaan) sedang mempersiapkan lagi provokasi rekayasa serangan penggunaan senjata kimia di Idlib. Rekayasa ini bertujuan agar nantinya pemerintah Suriah yang dituding sebagai pelaku serangan.

"Malam 12 Februari Rusia menerima telepon dari warga lokal di Provinsi Idlib, tentang bakal ada provokasi lagi menggunakan serangan kimia, melalui saluran televisi asing. Menurut si sumber pada sore hari 12 Februari militan al-Nusra mengirimkan lebih dari 20 botol klorin dan perlengkapan pelindung dalam tiga mobil," kata militer Rusia, seperti dilansir laman Sputnik News, Selasa (13/2).

Menurut militer Rusia, perwakilan cabang White Helmets menggelar gladi resik insiden pertolongan pertama bagi warga dari serangan racun kimia.

Sumber warga lokal juga mengatakan seluruh proses gladi resik itu direkam oleh koresponden stasiun televisi profesional yang memakai mikrofon dengan logo media Barat.

"Di saat yang sama koresponden itu berkonsultasi dengan seseorang melalui sambungan telepon satelit dalam bahasa Inggris."

Militer Rusia berulang kali mempertanyakan kegiatan White Helmets yang di media Barat dikenal sebagai tim penolong dan menerima penghargaan film Oscar untuk film dokumenter terbaik tahun lalu.

Setelah muncul laporan dari OPCW, organisasi PBB untuk Pelarangan Senjata Kimia, atas insiden di Suriah, militer Rusia bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Industri dan Perdagangan mempublikasikan dokumen sendiri yang menyatakan foto-foto yang dibuat relawan White Helmets ternyata hasil rekayasa dan palsu.

Damaskus sudah berulangkali menyangkal tuduhan penggunaan serangan senjata kimia dengan mengatakan mereka sudah tidak menyimpan lagi senjata kimia sejak 2014 setelah semuanya dimusnahkan dengan bantuan AS.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP