Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia Tangkap Hampir Seribu Pengunjuk Rasa Tolak Invasi Ukraina

Rusia Tangkap Hampir Seribu Pengunjuk Rasa Tolak Invasi Ukraina Rusia tangkap demonstran yang protes serangan ke Ukraina. ©Alexander Nemenov/AFP

Merdeka.com - Lebih dari 750 orang ditangkap di berbagai kota di seluruh Rusia karena berunjuk rasa menentang invasi Moskow ke Ukraina, yang saat ini memasuki pekan ketiga.

Kelompok pemantau lokal, OVD-Info menyampaikan, polisi menangkap sedikitnya 756 orang selama demonstrasi berlangsung di 37 kota dan sekitar setengahnya ditangkap di ibu kota Rusia, Moskow.

Sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari, OVD-Info melaporkan lebih dari 14.000 penangkapan dilakukan berkaitan dengan protes anti perang, menurut situs web kelompok ini, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (15/3). Dari jumlah ini, lebih dari 170 orang yang dijebloskan ke penjara.

Kremlin mengesahkan UU yang mulai berlaku pada 4 Maret untuk mengkriminalisasi laporan perang independen dan unjuk rasa menentang perang, di mana ancaman hukumannya sampai 15 tahun penjara.

"Sangat sulit bagi orang-orang yang ingin turun ke jalan dan berunjuk rasa," lapor wartawan Al Jazeera, Bernard Smith dari Moskow.

"Siapapun yang berusaha keluar atau terlihat seperti seorang pengunjuk rasa akan diseret dengan kasar," lanjutnya.

Smith menambahkan, seorang perempuan diseret hanya karena memegang selembar kertas putih kosong.

Seorang jurnalis AFP yang berada dalam sebuah unjuk rasa di Moskow menyaksikan sedikitnya belasan penangkapan dan mengatakan polisi menangkap siapapun tanpa kartu pers.

Seorang perempuan muda berteriak "damai untuk dunia" saat dia ditangkap dua polisi, menurut AFP.

Sejumlah polisi huru hara memiliki tanda huruf "Z" dengan warna bendera Rusia di helm mereka, lapor AFP. Huruf tersebut menjadi simbol dukungan invasi ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" untuk "mendenazifikasi" Ukraina.

Di Saint Petersburg, AFP melaporkan sejumlah penangkapan, termasuk seorang pengunjuk rasa yang diseret di tanah. Nevsky Avenue yang berada di pusat kota ditutup polisi, dimana belasan mobil polisi diparkir di sepanjang jalan tersebut. Menurut AFP, beberapa jurnalis juga ditangkap.

Memakai topi warna kuning dan jaket biru, Kristina (20) mengatakan dia melakukan protes dengan memakai warna bendera Ukraina.

"Mengerikan pergi keluar, tentu, mereka menangkap setiap orang. Banyak temanku ditangkap dalam beberapa hari terakhir, beberapa bahkan dikeluarkan dari kampus," jelasnya kepada AFP.

Pekan lalu, polisi menangkap lebih dari 5.000 demonstran di seluruh Rusia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP